Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

"Kamu suka kopi pahit atau manis?" Pertanyaan absurd yang entah kenapa membuat Erica tersenyum. Ia membalas singkat: "Pahit. Seperti realita." Tak lama kemudian, seorang kurir datang ke meja kerjanya dengan satu cup kopi hitam tanpa gula dan selembar sticky note bertuliskan, "Tapi hidup bisa lebih manis kalau kamu mau." Erica menggigit bibir, menahan senyum. Bodoh. Ini bodoh. Tapi kenapa jantungnya berdebar seperti remaja?
764 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
Hasratku Menjadi Candunya

Hasratku Menjadi Candunya

“Sebelum itu, ceritakan dulu—bagaimana hubunganmu dengan suamimu beberapa hari ini?” Belum sempat kalimat itu selesai, secangkir kopi yang tadi disodorkan pun langsung ditarik kembali oleh pemiliknya. “Ya… lumayan. Bisa dibilang, normal.” Nan Shiyu meletakkan kembali kopi itu dan duduk di sofa. Nan Yuheng melirik cangkir yang hanya sempat menjadi ‘imbalan’ selama satu detik itu. Malam itu.
10720 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Uap tipis mengepul malas dari cangkir porselen putih yang bertengger di atas meja marmer balkon. Aroma pahit kopi hitam yang pekat menyusup ke indra penciuman, memberikan ketenangan instan bagi saraf-saraf Citra yang masih sedikit tegang. Citra Melati menyesap kopinya perlahan. Rasa pahit yang membakar lidah itu terasa begitu jujur, jauh lebih masuk akal daripada kemewahan yang mengepungnya saat ini.
796 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
I Coffee You

I Coffee You

Ratna mengeluarkan ponselnya dengan menatap Vita yang masih terdiam. “Memang dia seenak itu? Banyak loh tempat kopi yang enak, kamu nggak mau yang dekat aja?” Ratna menggelengkan kepalanya “Kamu tahu kalau menikmati kopi mereka seketika pikiran tenang. Aku jadi penasaran, apa mereka kasih jampi-jampi ya? Udah mau nggak?”
101.0K viewsCompletedAdded to Library 22 Times as puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

Namun, ia juga sadar bahwa dunia yang mereka jalani penuh dengan halangan dan godaan yang bisa merusak semuanya. Suatu malam, Elora dan Arman bertemu di sebuah kafe kecil yang terletak di pinggiran kota. Tempat itu terasa jauh lebih tenang dibandingkan dengan keramaian yang biasa mereka hadapi. Mereka duduk di sudut yang cukup terpencil, memesan kopi panas dan berbicara tentang hal-hal kecil yang membuat mereka tertawa. Namun, meskipun suasananya santai, Elora bisa merasakan ketegangan yang perlahan tumbuh di antara mereka.
857 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
Kasih Abadi

Kasih Abadi

Iya yang menangkup cup kopi ditangannya Kurasa kopi memang minuman kesukaannya Hujan ku mohon bertahanlah sedikit lagi Aku ingin lebih lama memandang tuan di halte bis seberang Ia sedang menatap kendaraan lalu lalang dengan mata lelahnya Bahkan sedetik saja aku melihatnya, otakku sudah mengunci wajah menawannya Ku harap suatu saat mata kami bisa saling menatap Puisi indahnya pun ditutup dengan lagu hujan dari utopia. Setelah manggungnya selesai kasih pun bergabung dengan teman temannya. "Sekarang lu jelasin ke gue kenapa lu bisa kenal sama bocah tadi?" Tanya Senja. "Napa? Lu pacarnya? Jealous gitu?" Jawab Sedia dengan santainya. "Dia gue serius. Kepo akut nih gue." Kata Senja saking kesalnya
106.2K viewsOngoingAdded to Library 191 Times as puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
ISTRI BAYANGAN TUAN CEO

ISTRI BAYANGAN TUAN CEO

Aroma kopi menyeruak saat dia berhasil menggiling biji kopi dan menyeduhnya dengan air panas. "Sekarang katakan, ada tujuan apa kalian datang ke sini? Abang sudah dengar kalau kamu menghilang dari semalam Ra. Jadi tolong jangan ada yang ditutupi." Bang Baim berkata setelah meletakkan kopi yang mengeluarkan uap panas di atas meja.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

“Kenangan itu seperti kopi di warung, pahit tapi bikin kangen.” — Peribahasa Jawa, Sidomulyo. Malam di Sidomulyo terasa sepi. Warung kopi Pak Minto menyala redup di ujung desa. Bau kopi pahit dan asap rokok bercampur aroma tanah basah. Ardi Santoso duduk di bangku kayu, jantungannya berdegup kencang. Pengkhianatan Budi bikin gue gak tenang, pikirnya.
819 viewsCompletedAdded to Library 31 Times as puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
Terpikat Janda Seksi

Terpikat Janda Seksi

Mencari satu yang terbaik. Cukup lama laki-laki itu terdiam. Hingga akhirnya menghela napas panjang. Seperti teringat satu kopi yang menurutnya tak akan pernah tergantikan. Teringat satu kopi yang tak akan pernah ia temukan di tempat lain. “Pernah,” jawab Vero dengan tatap mata kosong. Seperti baru saja terpesona dengan aroma kopi yang masih bisa ia cium. Seperti terpesona dengan keajaiban ciptaan Tuhan yang belum bisa tergantikan hingga hari ini.
9.9107.0K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Ah, dunia ini rasanya sempit sekali. Sampai rumah aku segera berjalan menuju dapur, membuat kopi. Desa kami sudah terbiasa dengan termos untuk menyimpan air panas, jadi tidak perlu waktu lama, singkat saja sudah jadi kopi itu. Rasanya aku ingin lenyap bersama alunan kopi ini. Kopi hitam hasil tumbukan sendiri. Tidak ada penggilingan kopi yang bisa sampai halus, tidak ada penggiling kopi yang menggunakan mesin.
8.99.7K viewsCompletedAdded to Library 202 Times as puisi tentang kopi singkat
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status