Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DILAMAR MALAIKAT MAUT

DILAMAR MALAIKAT MAUT

Kupacu sepeda motorku dengan cepat, karena jam sebelas aku sudah harus sampai di kampus. Dalam perjalanan, aku melewati museum joang 45 yang terletak di jalan Menteng Raya no.31 yang terlihat lengang, dan ku lihat tidak ada yang menjaga museum tersebut. Sepertinya memang sudah tidak ada lagi warga masyarakat yang meluangkan waktunya untuk mengenang sejarah perjuangan negara tercinta ini, yang mereka perdulikan adalah trend moderenisasi dan perkembangan global seperti di negara-negara berkembang yang bebas dan terbuka.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Dance in the Rain

Dance in the Rain

Namun, tak menolak pemberian setangkai bunga krisan dariku. Dari sudut matanya, aku melihat air mata meleleh pelan. Kubalas dengan senyuman dan sebait puisi. "Pak, persoalan yang kita hadapi bukan lagi soal perut lapar Tapi persoalan yang lebih membuat kami gemetar menahan geram...." Di saat yang bersamaan, aku mendengar suara lain menyambung puisiku. "Demi membawa pesan yang mereka amanahkan, biarkan kami pergi berjuang, Pak
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai puisi tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
PELANGI JIWA

PELANGI JIWA

Juna akhirnya meninggalkan rumah Rian dengan supir yang tadi ikut mengantar kembali gerobak bakso. Dalam perjalanan pulang pak sopir juga bercerita bahwa, kehidupan ini memang selalu berputar, manusia kadang di atas kadang di bawah, usaha pun demikian. Kadang-kadang sukses yang di lihat sekarang bukan berarti langsung di dapatkan. Butuh perjuangan dan pengorbanan yang cukup banyak dan beratnuntuk meraih semua itu. Kadang kebanyakan oranh hanya melihat kesuksesan saja, tapi tidak melihat perjuangan yang sedang di lakukan orang tersebut.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai puisi tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Alam dan Kita

Alam dan Kita

Suka dan duka kita bersama memecahkan masalah. Aku mengingat mereka yang mengais mata pencaharian di jalan, tak lelahnya mereka mengerjakan apa yang akan dihasilkan. Rasa keluh dan lelah menggoreskan tintaku melukiskan gambaran mereka tentang perjuangan yang dihadapkan.
9.73.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai puisi tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Love Puzzle Painting

Love Puzzle Painting

Laskar pelangi Takkan terikat waktu Bebaskan mimpimu di angkasa Warnai bintang di jiwa Menarilah dan terus tertawa Walau dunia tak seindah surga Bersyukurlah pada Yang Kuasa Cinta kita di dunia Selamanya Lantunan lagu yang berjudul Laskar Pelangi dari Nidji itu dinyanyikan oleh anak jalanan yang tengah mengamen. Dengan lantang sesekali mereka tersenyum. Bahkan, Mei yang tadi sedih, kini ikut tersenyum. Ia mengambil selembar uang lima ribu dari saku nya yang kemudian ia berikan kepada anak yang membawa kaleng. Dalam hati Mei, sebenarnya sedih, karena ia hanya bisa memberi dalam jumlah yang banyak. "Terima kasih banyak, Kak."
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai puisi tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Sengsaranya Perjuangan Mengincar Warisan Mertua

Sengsaranya Perjuangan Mengincar Warisan Mertua

aku berteriak-teriak sendiri. Sembari berbenah, sembarang lagu aku nyanyikan. Gagang sapu menjadi microphone sekaligus sebagai gitar. Bertemu cermin aku berdansa berlama-lama. Air putih yang kuminum serasa ramuan vodka. Daging semur yang kumakan terasa wagyu istimewa. Rasa duka tergilas kabar bahagia. Asa yang pudar kembali berpendar.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai puisi tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
sayang salah orang

sayang salah orang

Kugapai bintang dalam dinginnya malam Ku surat kisah dalam canvas kehidupan Melebur cita menjadi bekal perjuangan Melirih asa mendorong tegar bersemayam Pada mentari kutitip doa Pada semesta kurangkai angan bahagia Kuingin angin memberi secerca pilihan Pada hati yang tengah mendamba ketulusan Yakinkan jiwa akan keindahan Merasuk mimpi yang terabadikan Lorong waktu tak akan meninggalkan Jejak kasih untuk sang petualang
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Pendekar Dekrit Dewa

Pendekar Dekrit Dewa

"Aku rasa kau akan tetap ditargetkan oleh kematian sekalipun tidak dapat membuat pil. Kesombonganmu cukup untuk seseorang ingin mengambil nyawamu." "Apa itu sebuah pujian?" Il-Pyo mengeluarkan pedang dan sedetik kemudian api membakar pedang tersebut, dia dengan yakin melanjutkan, "Aku akan hidup seribu tahun lagi seperti yang kukatakan tadi. Jadi, aku ingin melihat bagaimana orang-orang lemah seperti kalian bermimpi membunuhku." "Mimpi atau bukan, hanya dia yang berdiri di akhirlah yang mengetahuimya."
1012.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai puisi tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Miris, tetapi itu memang benar bukan? "Bahkan ibu saya di kampung pernah bilang, bahwa membina rumah tangga itu serupa perang. Kadang sakit. Kadang rasanya sangat sulit untuk bertahan. Tetapi daripada wilayah kita diambil alih oleh perempuan lain, maka kita perempuan harus terus berjuang, walau penuh dengan luka-luka di sekujur badan." Suri mengusap pipinya yang mendadak lembab. Bahkan hanya mengucapkannya saja hatinya perih bukan kepalang.
1082.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai puisi tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Pejuang Api

Kebangkitan Pejuang Api

sanggah Raye. “Menghormati katamu? Jangan membuatku tertawa, kau membodohi dirimu sendiri karena rasa takutmu. Musuhmu adalah Heka, begitu pula musuh kita semua. Nyatanya sekarang Heka masih hidup dengan tenang. Menjadikan orang yang masih ingin berjuang sebagai buronan tidak membuatmu menjadi pahlawan. Kau tidak hanya menyia-nyiakan perjuangan mereka, kau membakar jasad dan mimpi mereka, kau menginjak-injak makam ayah dan ibu.” Raye hanya diam, alis yang semakin berkerut dengan rahang yang mengeras menggambarkan amarah yang berusaha ia kendalikan. Sangat berbahaya, kita tidak pernah tahu kapan sebuah bom akan meledak.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status