Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DENDAM LUKA LAMA

DENDAM LUKA LAMA

DENDAM - Luka Itu Tidak Gratis "Dia mencarimu lagi di resort. Bertanya pada satpam di sana." Pria bernama Rendy itu memandang pria berjas gelap yang membelakanginya. Dia bos sekaligus teman baiknya. Rendy saksi bagaimana sosok itu bangkit setelah semuanya nyaris sirna.
10182.5K viewsCompletedAdded to Library 4.4K Times as quote mendung
Show Reviews (44)
Read
+Library
Laely Nurhayati
ceritanya menarik, bahasanya bagus, karakternya mewakili budaya kita pada umumnya yang menjunjung tinggi nilai dan norma, menggambarkan bhw penulis sangat menjunjunv tinggi nilai2 luhur budaya dan agama
moonrose
hmm kenapa vania maafin sagara? apa cinta bisa segitu bodohnya ya. 7bulan lost contac, tapi masih anggap suami dan akhirnya gak jadi cerai. apalagi tau alasannya knp sagara gitu ya harusnya vania tau diri sih.
Read All Reviews
PASANGANKU MANDUL

PASANGANKU MANDUL

Setelah berada di sana nampak Yudi menggandeng tangan Mirna. "Mas, aku ke lorong ujung sana ya, sepertinya mangga muda yang aku cari berada di sana," ucap Mirna sambil telunjuknya mengarah ke lorong yang akan dia tuju. Terlihat Yudi tengah memasukkan beberapa minuman ke dalam keranjang. Yudi hanya menganggukkan kepalanya dan Mirna pun akhirnya berlalu sendiri ke lorong ujung untuk memilih mangga muda.
409 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as quote mendung
Read
+Library
Mendadak Miskin

Mendadak Miskin

"Masalah kecil sampai membuat lebam biru dagumu?" Rafa menyentuh dagu sebelah kirinya yang terkena pukulan. Memang terasa sedikit nyeri tapi itu bukan apa-apa untuknya. "Hanya luka sedikit, pria jantan sepertiku harus mampu menahan luka remeh seperti ini."
3.3K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as quote mendung
Read
+Library
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

"Mbak Jasmin," Jasmin tersentak kaget saat tiba-tiba Dewi, sekretaris Dimas menegurnya "Ah, itu--tadi aku mau ketemu pak Dimas, tapi sepertinya sedang ada tamu," jawab Jasmin yang membiasakan diri memanggil kakaknya dengan sebutan pak, karena di tempat kerja Dimas adalah atasannya. "Iya, itu bu Gita dari Multy furniture ingin mengikuti lelang pengadaan barang di hotel kita," terang Dewi.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 101 Times as quote mendung
Read
+Library
Dendam Seorang Janda

Dendam Seorang Janda

Mereka lalu bertukar nomor ponsel, Tidak berapa lama acara arisan selesai, Mira membantu mengangkat piring kotor lalu mencucinya. "Mbak ini ya nanti kalau pulang dibawa," kata Bu Umi sembari menunjukkan plastik hitam besar berisi opor ayam,lontong dan juga beberapa macam jajan. Bu Umi juga menata dibeberap plastik yang katanya akan dikasihkan ke beberapa tetangga terdekat.
1010.7K viewsCompletedAdded to Library 311 Times as quote mendung
Read
+Library
Mas Duda (Indonesia)

Mas Duda (Indonesia)

"Aku tidak bermaksud apapun." "Pendusta!" tekan Meliza dengan suara yang cukup kuat. "Aku tau ucapan itu seolah sedang menyindirku." "Benarkah?" tanya Pras berkerut alis, "kamu merasa tersinggung?" "Jangan membuang-buang waktu Pras hanya untuk hal yang konyol!"
9.7145.7K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as quote mendung
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Djewo ingin melihat seberapa jauh Mela berani melangkah di hadapannya. "Aku hanya ingin memberikan penghormatan terakhir pada pegawai loyal dari perusahaan mendiang ayahku," jawab Mela sambil menahan dirinya sekuat tenaga untuk tidak berkata kasar pada pamannya. Ia menekankan setiap kata dengan jelas dan memastikan Djewo mendengar penekanan pada frasa 'mendiang ayahku'. Dengan menyebut mendiang ayahnya, Mela secara halus mengingatkan Djewo tentang hak kepemilikan perusahaan itu sebenarnya sebelum direbut paksa.
803 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as quote mendung
Read
+Library
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

Madun yang memiliki wajah tampan dengan rahang tegas and hidung mancung langsung menegakkan punggung tegapnya yang kekar sekuat tiang beton pasar demi menjaga ketertiban sirkulasi udara kamar bungalow. ​Madun langsung memajukan langkah tegapnya untuk mendorong slot kunci jendela kuningan, membiarkan tubuh sawo matangnya yang tinggi tegap dengan susunan otot perut kotak-kotak penuh urat jantan sejati nampak sangat gagah memancarkan pesona kuli panggul pasar tiga ton yang selalu siap menjadi benteng pelindung bidadari barat. Sambil melipat kedua tangan kekarnya secara interaktif di depan dada, Madun menatap lembut ke arah kekasih bulenya yang nampak bangkit dari kasur. "Nah, kalau jendelanya s
107.0K viewsOngoingAdded to Library 251 Times as quote mendung
Read
+Library
Mendua Kala Istriku Koma

Mendua Kala Istriku Koma

Tak ada satu pun kendaraan yang lewat atau seseorang yang sedang berteduh. Sehingga mau tak mau Rani terus berlari. Setahu dia lima ratus meter di depan sana, ada sebuah minimarket yang buka dua puluh empat jam. Akan tetapi sebelum Rani sampai di minimarket, salah satu tangannya berhasil ditangkap oleh Denis. Pria itu memutar tubuh Rani sangat kuat hingga Rani jatuh terduduk di kerasnya jalan aspal. "Ran, aku minta maaf. Tadi itu aku... Aku... A-aku nggak bermaksud apa-apain kamu," ucap Denis yang tergagap sambil berjongkok untuk membantu Rani.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as quote mendung
Read
+Library
MADU Titipan

MADU Titipan

Mas Rendi bergegas menghampiri tamu tersebut. "Ah ... Mas Rido? Masuk!" Mas Rendi mempersilakan orang asing itu masuk. Kakakku menyebut pria asing itu dengan nama Rido. Kulihat wajahnya memang tampan. Seperti Mas Kamal, dia juga berjanggut dan berkumis tipis. Ia memakai kemeja putih, dengan jas menggantung di lengannya. "Apa dia seorang Bos?" pikirku.
8.77.2K viewsOngoingAdded to Library 272 Times as quote mendung
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status