Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KAMAR KEDUA

KAMAR KEDUA

Sheza menahan napas. “Bungkusannya berisi ayam yang baru disembelih. Waktu aku tiba di sana, ayamnya udah mati dan nggak bergerak.” Sheza membekap mulutnya, tubuhnya spontan menegang. “Oh….” suaranya tercekat, nyaris tak terdengar. Sheza membeku. Rasa dingin di punggungnya naik sampai ke tengkuk. Ia memejamkan mata, menahan gelombang ngeri yang tiba-tiba menyerang.
10257.6K viewsOngoingAdded to Library 9.3K Times as racun ayam mati perlahan
Show Reviews (120)
Read
+Library
BIAN_Bella
novel ini memang berkualiti tinggi. Saya sanggup berjaga sampai lewat malam kerana terlalu asyik membaca. Gaya bahasanya indah, kemas, dan mudah difahami. Membuatkan setiap bab mengalir lancar. Jalan ceritanya jg berbeza daripada kebanyakan novel lain kerana tidak bergantung pada unsur dewasa sahaja
Sulistianah cuplis
wes lah...kalo novel kak njus gk ada yg gagal. rating 10 semua. keren semua. semua ceritanya gk ada yg lebay, relevan dgn kehidupan dan masalah-masalah yg sering terjadi, tp dikemas dengan penulisan yg luar biasa. makasih ya kak nyusul namaku pernah jadi pemeran figuran di salah satu novel nya ......
Read All Reviews
MENYUSUI TUYUL

MENYUSUI TUYUL

Menggelepar seperti ayam yang baru saja disembelih. Laki-laki paruh baya itu terbelalak kaget, melihat kondisi ayam yang digunakan sebagai persembahan. Perwujudan dari seorang perempuan yang telah dia jadikan tumbal itu, sekarang dalam keadaan menyedihkan. Tak berapa, lama ayam itu mengalami sakaratul maut, tiba-tiba terdengar denguran layaknya manusia yang berada di ujung ajal.
1039.7K viewsCompletedAdded to Library 872 Times as racun ayam mati perlahan
Read
+Library
Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa

Ells ternganga. “Mati keracunan tidak menyenangkan. Aku sering melihat tikus mati keracunan setelah makan buat itu. Lidahnya terjulur, matanya mendelik, tubuhnya kejang. Kaki-kakinya kaku ke arah yang janggal. Bulu-bulunya rontok lalu hangus seperti terbakar. Darah keluar dari semua lubang di tubuhnya. Perutnya buncit seperti akan meledak. Kadang sampai meledak membuat isi perutnya terburai.” Airlangga jelas berlebihan. Terbelalak, Ells tidak jadi marah. “Kukira bisa sembarang memakan buah,” ujarnya pasrah. Airlangga harus berusaha setengah mati menahan senyum dan gelak.
1010.6K viewsCompletedAdded to Library 328 Times as racun ayam mati perlahan
Read
+Library
KERASNYA DUNIA!

KERASNYA DUNIA!

aku, ade, Kandes, dan temannya Kandes, tertawa terbahak bahak melihat kelakuan mayat, Satu hal yang membuat aku makin terbahak bahak ialah saat Mayat menceritakan soal dia menemukan seeokor ayam. Mayat berkata “ eh gue abis isi bensin, gue liat ayam, masa ayamnya gue tangkep kaga kabur, yaudah gue taro aja dibawah tangki, tau dah mabok bensin kali tuh ayam”. Kandes menjawab “mana ayamnya ”. “Itu gue taro aja ditepong(box untuk menaruh peralatan hanya ada divespa) gue pindahin dari pada dibawah tangki bensin ”, jawab Mayat.
83.2K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as racun ayam mati perlahan
Read
+Library
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

"Iya ya... belum kedaluarsa. Aneh deh." Ia meletakkan botol kecap kembali di meja dan menatap ayam di piringnya. "Ah sudah lah... yang penting mateng. Tapi ini gosong kan, Dit..." Adit menatap potongan ayam di piringnya; kulitnya memang terlihat sangat cokelat kehitaman di beberapa bagian. "Gosong kulitnya doang... dalemnya kan putih itu..."
10584.7K viewsCompletedAdded to Library 17.0K Times as racun ayam mati perlahan
Read
+Library
Tangkap Aku (if you can)

Tangkap Aku (if you can)

Dan yang lebih menguntungkannya lagi, jarang ada siswa yang pergi ke sana bahkan hanya untuk sekedar lewat. Sesampainya di sana aku pun meletakkan botol minumanku dan mengambil racun yang kubawa ini. Racun ini tidak berbahaya untuk dibawa kemana-mana dan aman untuk diangkut. Aku memilih racun ini karena racun ini tidak langsung membunuh sesaat setelah meminumnya. Racun ini adalah pembunuh lambat yang di mana jika seseorang yang terkena racun ini akan mati secara perlahan dalam waktu beberapa bulan atau minggu, tergantung seberapa banyak dosis yang diberikan. Ciri-ciri seseorang yang terkena racun ini pun gejalanya layaknya orang yang terkena penyakit kanker stadium akhir. Hal itulah yang mem
102.1K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as racun ayam mati perlahan
Read
+Library
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

"A-a-pa? I-i-tu bu-bu-kan co-cok-lat, ta-ta-pi ta-ta-tai a-a-yam!" Pak Arun menjelaskan sambil kembali muntah-muntah. Coklat yang dikira Mbok Kartem adalah tai ayam, sengaja dijemur dan dikeringkan. Disimpan untuk pupuk ketika musim pupuk naik harga. Ternyata kopi tai ayam yang diminum. Pak Arun berlari ke kandang ayam si Joker, ia marah sambil terus mengumpat. "a-a-yam si-si-alan, hil-hil-da hil-hi-lang, ter-mi-mi-num pu-pu-la ko-ko-pi ta-tai a-a-yam!"
106.2K viewsCompletedAdded to Library 186 Times as racun ayam mati perlahan
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Ayam Kremasi: Gurih dan Garing Raka juga memperkenalkan Ayam Kremasi , sebuah teknik memasak ayam yang belum pernah ada di wilayah itu. Ayam direbus dengan bumbu rempah hingga empuk, kemudian digoreng dengan api kecil hingga bagian luar menjadi renyah dan kering sementara bagian dalamnya tetap lembut dan juicy. Disajikan dengan sambal terasi dan lalapan segar.
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 278 Times as racun ayam mati perlahan
Read
+Library
Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

Sejurus kemudian, ia berusaha memeragakan penampilan dari sesuatu yang ia sebutkan namanya itu … dengan menempelkan kedua punggung tangannya, seperti membentuk gambaran seekor burung, “Dia adalah temanku. Burung rajawali besar berwarna coklat, yang sudah aku besarkan saat ia masih sebutir telur, … seperti anakku sendiri.” Burung? Burung rajawali coklat? Burung … yah? Oh tunggu! Sepertinya, Lancient mengingat tentang ciri-ciri burung itu sekarang. Bukankah burung itu …. “Oh sial!” melirik Ruffin dengan takut-takut, Lancient bergumam, “Mati Aku.” … Adalah burung yang telah ditembaknya tadi? •••• “Guhk! Ukhuk, ukhuk!”
1011.5K viewsOngoingAdded to Library 402 Times as racun ayam mati perlahan
Read
+Library
Lahirnya Legenda Ksatria Abadi

Lahirnya Legenda Ksatria Abadi

Sekarang dia baru tersadar, kalau sedari tadi pria misterius itu belum masuk ke dalam gua. Kemudian Nimas Ayunina melihat pria yang penampilannya sangat aneh ini mulai menusuk kedua ayam hutan itu dengan ranting, kemudian menggantungnya di atas api unggun. Kriuk… kriuk… Tak lama kemudian bau harum dari ayam bakar diatas api unggun mulai tercium sebagai tanda kalau dagingnya sudah mulai masak, seketika cacing-cacing yang ada di perut Nimas Ayunina langsung berontak minta diberi makan.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 272 Times as racun ayam mati perlahan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status