Biarlah Kita Berakhir di Sini
Dua perempuan yang paling penting dalam hidupnya sudah meninggalkannya.
Puntung rokok sudah habis, membakar sampai ke ujung dan membuat Aaron tersadar oleh rasa panasnya, tetapi dia tak segera mematikannya. Dia membiarkan kulitnya terbakar, menyisakan luka merah yang menyakitkan.
Ponselnya berdering. Di jam ini, hanya satu orang yang mungkin meneleponnya.
"Kamu baik-baik saja?" Suara perempuan itu lembut sekali, hangat seperti semilir angin. "Terakhir kamu kontrol itu tiga bulan lalu, harusnya kerjaanmu sudah kelar sekarang."
الفصول الرائجة