Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ranjang Perkawinan

Ranjang Perkawinan

"Janji apa lagi?" "Nggak usah pura-pura." Iman menghembuskan nafas panjang. "Aku berjanji akan mencicilnya. Satu juta dulu, ya. Nanti aku transfer ke rekeningmu." Bening tersenyum miring. "Kalau cuma satu juta, lebih baik nanti saja. Kumpulin aja dulu uangnya." Bening sendiri sudah memiliki rencana lain. "Minggu depan aku akan kemari mengajak Raka ke TK untuk mengambil pakaian sekolah. Sekalian aku juga ingin mengajaknya untuk membeli perlengkapan sekolah."
103.3K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as rancangan
Read
+Library
Kembalinya Istri Sah sang CEO

Kembalinya Istri Sah sang CEO

Tatapannya samar-samar seperti tertuju pada Rachel. Rachel tetap bersikap tenang dan berkata, “Untuk proposal rancangan chip, bukan?” “Benar sekali.” Reihan mengeluarkan sebuah dokumen, “Konsep proposal Bu Rachel sangat bagus, tapi terlalu kasar. Banyak rincian yang terlalu abstrak. Jadi kami nggak bisa memastikan apakah proposal ini hanya sebuah gagasan atau benar-benar bisa membangun kerangka ideal seperti yang dijelaskan dalam proposal?
9.61.5M viewsCompletedAdded to Library 43.6K Times as rancangan
Show Reviews (204)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Tini
Diantara banyak ya novel yg saya baca, cuma ini yang novelnya berbobot. Baik dari kata2 nya maupun isi nya. Kata per kata yg digunakan dengan bahasa yg Mencerminkan kepintaran pengarang. Novel yg selalu ditunggu kelanjutannya smp ga sabar. Semangat kak ............
Read All Reviews
BERTUKAR RANJANG

BERTUKAR RANJANG

Dengan tatapan tenang yang justru membuat lawan bicaranya semakin sulit membantah, Bara berkata, "Justru karena itulah aku memilihmu menjadi orang kepercayaanku." Roland tampak bingung. Kerutan di dahinya semakin dalam ketika Bara mengeluarkan salinan denah dari saku jasnya. Dengan menggunakan sebuah pena, Bara memberi beberapa tanda kecil di atas kertas itu sambil terus memperhatikan bentuk bangunan tua di depan mereka. Setelah selesai, ia mengangkat pandangan dan berkata dengan nada pelan namun penuh keyakinan, "Apa yang akan kulakukan malam ini harus terlihat seperti tindakan gegabah. Padahal sebenarnya, kita yang sedang memasang jebakan." Roland memperhatikan denah itu dengan saksama. Ia
101.3K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as rancangan
Read
+Library
Maaf Pak, Saya Hanya Pembantu Biasa.

Maaf Pak, Saya Hanya Pembantu Biasa.

Tak seorang pun menyadari bahwa telapak tangannya terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Pertemuan segera dimulai. Layar proyektor menampilkan rancangan proyek baru yang akan mereka kerjakan bersama. Rafael berdiri di depan layar, menjelaskan setiap poin dengan suara yang tetap terdengar tegas. Sesekali ia menunjuk grafik menggunakan laser pointer, lalu beralih menjelaskan rincian anggaran dan target penyelesaian proyek. Dari luar, semuanya tampak berjalan sempurna.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as rancangan
Read
+Library
 Ranjang Pengantin

Ranjang Pengantin

Di ambang pintu, Irene mengucapkan salam sambil memandang Luna dan Jim bergantian, wanita itu membawa rantang yang sama seperti tadi pagi. Irene mendekat, sedangkan Luna memberi tempat pada wanita itu untuk mendekati tempat tidur Jim. Dia jauh lebih cantik dari yang Luna lihat sebelumnya. Irene tersenyum ramah, dia sempat menyalami Luna sebelum matanya fokus ke arah Jim. "Bagaimana kabar kamu, Mas. Maaf, baru sempat ke sini, aku harus mengerjakan kue pesanan orang." Irene mengeluarkan rantang dari tas plastiknya dan meletakkan di atas meja.
1023.3K viewsCompletedAdded to Library 837 Times as rancangan
Read
+Library
Akad Yang Dijanjikan

Akad Yang Dijanjikan

dia tertawa “Sore rapat buat pengkaderan anggota baru bisa kan?” “Sip,” jawabnya ditengah mengunyah bakso. Kelas terakhir sudah selesai, kami berdua bergegas menuju bascamp untuk mengikuti rapat. Sesampainya disana terlihat sudah banyak orang yang hadir. Aku melihat bang Ikhsan melambaikan tangannya, dan bergegas menghampirinya. “Assalamualaikum,” ucapku dan Tiara berbarengan pada bang Ikhsan.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as rancangan
Read
+Library
Rapuh

Rapuh

jawab Siska yang mengerti maksud Runi. "Yaelah Kia, mulai hari ini tu kita udah berseragam abu-abu, memangnya Lo nggak pengen apa punya pacar!" jelas Runi melirik Bella dan Anggun. "Ha ha ha, umur baru tujuh belas tahun, Lo mikirin pacaran? Kembangin dulu bakat menari kita di kelas ini, harumin dulu nama sekolah ini dengan bakat kita, baru nanti kita pikirkan pacaran." jawab Siska dengan lantang dan penuh percaya diri.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as rancangan
Read
+Library
Rantai Hasrat

Rantai Hasrat

Menunjuk seorang chef. "Hahahaha. Gitu. Ok. Mau berapa tusuk?" "Kasih aja tiga puluh tusuk deh. Supaya dia puas!" "Hahaha banyak banget!" Berjalan bersama-sama menuju chef yang di maksud. "Gimana dengan rencana loe?" tanya Rasyid tenang, berjalan pelan menyelaraskan langkah kakinya dengan Imelda. "Gue dapat jalan buntu. Bagusnya apa ya? Terobos atau cari jalan lain?" Meminta saran Rasyid.
5.4K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as rancangan
Read
+Library
Ei-Bree My Betelgeuse

Ei-Bree My Betelgeuse

Vyas Cornanilaerebuselevi lestari
Dan seharusnya Rain memang berdiri di depanku, menjadi garis diagonal huruf N. "C-O-R-A-S spasi sesuatu-sesuatu-E-G-G dan suatu karakter tak terdefinisi yang sepertinya merupakan aksesoris tambahan," kata laki-laki itu. "Tapi, Jo, itu seharusnya tanda seru," koreksi Max. "Max, rencana B." Junko mengingatkan.
104.4K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as rancangan
Read
+Library
Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang

Rangga tersenyum penuh arti. Kepalanya menoleh ke sana ke mari, mencoba mengenali semua benda di sekelilingnya. Pandangannya menangkap pintu yang sebelahnya terbuka dan itu menarik perhatiannya dikarenakan warna pintu tersebut berbeda dari yang dilihatnya sadari tadi. Segera ia masuk ke dalam sana. Hal pertama yang dilihat saat memasuki ruangan ini adalah banyaknya rak dengan buku berderetan.
5.0K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as rancangan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status