Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Luka Yang Dirindukan

Luka Yang Dirindukan

Walau rasanya lutut sudah sangat lemas sekali. Dalam kelesuan yang tak berkesudahan, ia menutup pintu. Berjalan gontai menuju kamar. Lama Ara berdiam memandang langit-langit sambil terus mempertanyakan kenapa ujian yang diberikan begitu menyiksa. ***
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai read lucia
Baca
+Pustaka
Luka (Yang) Cantik

Luka (Yang) Cantik

Prolog Ssshhh. Suara desisan seorang perempuan yang bertelanjang tubuh. Sedang memungut pakaian miliknya yang ada di bawah kasur. Bulu kulitnya meremang merasakan dinginnya malam gelap. Ditambah rasa nyeri pada area kewanitaannya bertambah perih. Rennata—perempuan yang sedang bertelanjang. Sesekali menekan bagian bawah perutnya dan berjalan dengan sedikit membuka lebar jarak kedua kaki. Berharap rasa nyeri sedikit mereda.
4.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai read lucia
Baca
+Pustaka
LILY

LILY

ucap Lily. “Baiklah,aku tunggu di bawah,” ujar Jordi. Lily kemudian menutup pintu kamarnya. Ia segera berjalan ke arah kasur untuk membangunkan Rachel. “Chel, bangun,” ujar Lily dengan menepuk pelan pipi Rachel. Gadis itu tidak bergeming sama sekali. Masih saja bergelung di bawah selimut. “Hei, bangun,” ulang Lily.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai read lucia
Baca
+Pustaka
Luka Cinta Aluna

Luka Cinta Aluna

masih terus membatin. Aluna masuk kelas, bersamaan dengan dosen. Ia menuju tempat duduk, langsung membuka laptop dan satu buku yang sudah ada di atas meja. Saat sedang serius, Aluna merasa ada yang mengganggunya dari belakang. Ia menoleh ketika dosen tidak melihatnya. “Lilis,” lirih Aluna. “Hai,” Lilis sekedar menggerakan bibir agar tidak di dengar oleh orang lain, terpancar senyum di wajah.
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai read lucia
Baca
+Pustaka
LARA

LARA

keluh Patrick. "Nggak kok. Deket." "Halo Patrick. Kenalin nama aku Angel dan ini Lola," ucap Angel sambil menunjuk Lola. Angel dan Lola tiba - tiba saja datang dan memperkenalkan diri kepada Patrick. "Oh iya. Aku Patrick," jawab Patrick sambil memandang Angel dan Lola. "Kamu mau ke kantin kan? Yaudah bareng aja sama kita berdua. Kita juga mau ke kantin kok," ajak Angel.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai read lucia
Baca
+Pustaka
The Cursed Alpha's Human Mate

The Cursed Alpha's Human Mate

Kataku, “inilah kebenaran yang selama ini kau cari Luci.” Luci dengan panik memegang kepalanya. Pada saat yang sama cincin di jarinya mulai menyala merah. Itu takkan terlihat, kecuali anda membayar harga untuk semua itu. "Kau- kau adalah…?” “Aku adalah manusia serigala.” jawabku detik itu juga. Sama seperti sebelum-sebelumnya, cincin itu langsung mengeluarkan cahaya merah menyala yang membungkus tubuh Luci sambil terus mengeluarkan sinar yang menyilaukan mata. Aku tak tahu apa yang terjadi di dalam sana.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai read lucia
Baca
+Pustaka
Selena (Shirea book 2)

Selena (Shirea book 2)

"Lucia, aku tak keberatan jika kau menjadi Ratu ke dua Vainea. Tapi tindakanmu malam ini benar-benar keterlaluan. Aku tidak masalah jika kau mencintainya, tapi aku tak rela jika kau mengkhianatinya seperti itu. Bukankah aku sudah memintamu untuk memahami posisinya? Tapi kau malah tidur dengan pria lain demi kepuasan dan tujuanmu." "Aku memang tak seberuntung dirimu, Selena. Tapi kau juga harus ingat, aku ini mantan Putri Tryenthee. Tak ada yang tak bisa kudapatkan dan tak boleh ada keinginanku yang tak terkabul, termasuk menyingkirkanmu malam ini." Lucia kembali menatap perutku dengan sedih. "Aku harus mengubah rencanaku." "Apa yang akan kau lakukan?"
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai read lucia
Baca
+Pustaka
Dari Asisten Dinikahi Bos Keren

Dari Asisten Dinikahi Bos Keren

Lucia berjalan berlengang lenggok mendekati Nisa. Tanpa sengaja Nisa memencet tombol setuju ke Email yang belum selesai dipelajarinya, menyayangkan perbuatannya itu lalu memperbaiki kesalahannya. Beruntung email tersebut adalah balasan yang perusahaan itu sudah tunggu, jadi kesalahan yang dilakukannya termasuk hal yang memang harus dilakukan. “Bila orang bicara itu diperhatikan. Tatap matanya! Jangan sibuk yang lain, dasar pembantu tiada akhlak,” maki Lucia, memancing perhatian orang-orang yang kebetulan berjalan di lantai itu.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai read lucia
Baca
+Pustaka
Satu Malam Bersama Duke

Satu Malam Bersama Duke

Sienna mendengus pelan, mengingat tatapan memuja Lady Clarissa pada Lucian. "Mereka semua ingin menggantikan posisi Lady Alexandria. Dan Anda meladeni mereka dengan membaca surat-surat ini." Pena di tangan Lucian berhenti bergerak. Ia menoleh perlahan, menatap wajah Sienna yang masih cemberut di dekat wajahnya. Sudut bibir Lucian terangkat, membentuk senyum jahil yang jarang ia perlihatkan.
9.951.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai read lucia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status