Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Semata Fisik

Bukan Semata Fisik

Debat yang tiada henti membuat dinding fokus Linara rubuh sesaat. “Kalian bisa diem engga sih!” Gertak Linara dengan nada yang cukup menekan, membuat Fara dan Kaivan terdiam satu sama lain, karena baru pertama kali melihat Linara yang merah padam meredam amarah sungguh menakutkan. Suasana tegang hadir diantara mereka, dingin campur panas yang tak beraturan menumpah suasana didalamnya. Linara menatap tajam kedua sahabatnya itu dengan tatapan yang tak biasa.
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 291 Times as red lines
Read
+Library
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Memegang pena merah di tangannya, ujung pena itu mendarat dengan mantap di persimpangan antara Limestone Province dan Wilayah Red Tide. Ia menarik garis baru, seolah-olah menambahkan jejak terakhir yang menentukan pada sebuah konsep yang telah terbentuk. Ini adalah jalan kereta api ketiga, arteri yang sepenuhnya mengintegrasikan wilayah tersebut ke dalam sistem Red Tide. Draven tidak berbalik, tetapi ia tahu ada orang yang masuk. “Tuan Varius,” ia berhenti sejenak, nadanya diwarnai permintaan maaf, “saya minta maaf karena telah membuat Anda menunggu.”
9.78.5K viewsCompletedAdded to Library 296 Times as red lines
Read
+Library
ELLIA

ELLIA

Anonim.inaalaiaelianael
“Ini, kau bisa berlari menuju tempat ini. Ikuti garis merah ini.” Hmm ada tiga warna garis yang membelah jalan-jalan di denah Planet Zoo. Namun ada pula yang hanya dua garis; biru dan hijau. Dan ada pula yang hanya satu garis merah, satu garis kuning dan satu garis hijau.
4.1K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as red lines
Read
+Library
Kebangkitan Giok Karana (Karma Dari Giok Leluhur)

Kebangkitan Giok Karana (Karma Dari Giok Leluhur)

Bukan karena drama medis di depannya, tapi karena sesuatu yang aneh, sangat aneh—yang dia lihat. Di sekitar tubuh Pak Darma, ada... garis-garis cahaya tipis. Merah, biru, hijau, berpilin-pilin seperti benang kusut yang tak beraturan. Sebagian menyala terang, sebagian redup nyaris padam. "Kamu lihat itu?" Ryan berbisik tanpa sadar. "Lihat apa?" Pak Broto menoleh bingung. "Nggak... nggak apa-apa." Ryan menggeleng cepat.
3.0K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as red lines
Read
+Library
The Line Between Us

The Line Between Us

Namun, antusiasnya dengan pemandangan baru, bisa mengalihkan rasa cemasnya. "Dari sini kita naik S11, ya?" Mia memastikan angkutan umum yang akan mereka tumpangi pertama kali. "Iya, Mia kita naik S11. Tuh, dia angkotnya." Rossa menunjuk ke arah angkot berwarna merah dari arah kanan.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as red lines
Read
+Library
Gadis Pemikat Hati sang Mafia Kejam

Gadis Pemikat Hati sang Mafia Kejam

Lima menit berlalu terasa seperti lima abad bagi Ayyana. Dengan napas yang tertahan di dada, ia perlahan menoleh. Matanya tertuju pada kelima alat itu secara bergantian. Dua garis merah. Dua garis merah. Dua garis merah. Dua garis merah. Dan dua garis merah lagi. Semuanya memberikan hasil yang sama. Positif. DEGGG!
102.2K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as red lines
Read
+Library
Sentuhan Candu Tuan Benji

Sentuhan Candu Tuan Benji

Beberapa garis kemerahan di paha dan betis akibat pecutan Binta tampak kontras dengan kulit putih pucat Lily. Memberikan kesan polos juga nakal di waktu bersamaan. Merah. Benjamin Kaisar suka warna merah. Melihat garis-garis merah di sekitar perut dan betis Lily entah kenapa membuat pria itu gerah. "Kemarilah!" perintah Benji membuat Lily berjalan semakin dekat.
1091.3K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as red lines
Read
+Library
BAYANGAN PENASEHAT AGUNG

BAYANGAN PENASEHAT AGUNG

Tidak ada kilat. Tidak ada suara sama sekali selama satu detik. Kemudian garis merah tipis menjalar dari telapak tangannya, menyusuri jalan utama desa menuju utara seperti retakan pijar di batu. Garis itu membelah tanah, menembus kaki para prajurit terdepan, lalu terus memanjang ke tengah barisan. Semua orang menahan napas. Rael menutup jari-jarinya.
102.4K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as red lines
Read
+Library
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

Dan dia dan Elara tidak pernah bisa menolak tantangan. Di galeri, paketnya tipis. Hanya sebuah amplop cokelat. Di dalamnya, tidak ada surat permintaan maaf. Hanya selembar kertas dengan sebuah grafik garis—satu garis merah (kemarahan) dan satu garis biru (ketenangan)—yang saling terkait seperti DNA, naik dan turun dalam sinkronisasi yang sempurna selama periode waktu mereka bersama. Di bagian bawah grafik, ada sebuah catatan tulisan tangan yang rapi—tulisan Elara:
1.1K viewsCompletedAdded to Library 39 Times as red lines
Read
+Library
Bangun, Suamiku! Mari Bercinta

Bangun, Suamiku! Mari Bercinta

Satu… dua… tiga detik berlalu. “Cepat… cepat muncul,” gumamnya tak sabar. Akhirnya, ia berbalik. Langkahnya ragu saat mendekat. Matanya perlahan turun, fokus ke jendela kecil pada testpack itu. Detik itu juga, napas Sarah tercekat. Dua garis. Jelas. Bukan bayangan. Bukan garis samar yang bisa diperdebatkan. Dua garis merah berdiri sejajar.
10.9K viewsOngoingAdded to Library 261 Times as red lines
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status