Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan
“Jangan lupa, jatuh tempo bunga pinjamanmu sudah dekat. Jangan coba-coba telat lagi, Ariana. Kau tahu risikonya.”
Ariana menggigit bibir. Matanya memejam, menahan rasa panik yang tiba-tiba menyeruak.
Dengan tangan gemetar, dia membuka aplikasi m-banking untuk melihat sisa saldo yang tersisa. Masih kurang. Jumlahnya tidak seberapa, tapi cukup untuk membuat napasnya berat.
‘Aku harus menunggu sampai gajian,’ batinnya. ‘Tidak ada pilihan lain.’