Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Payung Merah

Payung Merah

Axel langsung bertanya tanpa menanggapi ucapan Laura sebelumnya. "Kau ingin apa?" Nada suara wanita itu berubah serius. "Aku ingin berbicara denganmu, menjelaskan semua kesalahpahaman." "Oh. Aku pikir kau hanya peduli soal tambang." Suara Laura terdengar sinis. "Semua penting. Kesalahpahaman yang harus diluruskan juga tentang tambang. Seseorang mencuri payung merah pak Remus," Axel mencoba memancing Laura.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai remuk redam artinya
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Melihat matanya yang merah, Ginos menyeka bekas lipstik di kemeja putihnya dengan kesal. "Aku tak sengaja mengenai lipstik Wenny, cincin kawinnya hanya dilepas sementara, jangan banyak pikir!" Selama ini, Ginos dan Wenny saling berpelukan dan keluar dari kamar hotel bersama. Kalimat yang diucapkan Ginos selalu sama, "Jangan banyak pikir". Susan merasa jijik dengan kalimat ini. Dia pun tersedak dan berkata, "Kamu selalu bilang jangan banyak pikir, tapi kalau aku tinggal di rumah Federik sampai jam tiga pagi, kamu..."
17.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 657 kali sebagai remuk redam artinya
Baca
+Pustaka
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Ia hanya peduli pada perasaannya saat ini. Damar tampak benar-benar kebingungan atau berpura-pura sangat terkejut. Ia menjatuhkan sumpit yang tadi dipegangnya ke atas nampan dengan bunyi kecil. "Kenapa Mela? Ada apa? Kita bahkan dulu berpacaran," ucap Damar sambil mencoba menarik ikatan emosional mereka di masa lalu.
886 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai remuk redam artinya
Baca
+Pustaka
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Namun kali ini, kejadian makin gila. Setelah semua anggota berkumpul, Bu Rumi berdiri dengan gagah di tengah ruangan. Ia mengenakan daster merah bermotif semangka dan jepitan rambut berbentuk hati. Di tangannya, ia pegang toples plastik bekas permen yang diisi gulungan nama.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai remuk redam artinya
Baca
+Pustaka
Putrimu Membalaskan Dendamku

Putrimu Membalaskan Dendamku

"Asem asem, asem apa Mbak?" Pak Dirman terdengar bingung, membuatku tertawa seketika. " Asem ketek kali, Pak!" Pak Dirman ikut tertawa. "Bisa aja si, Mbak." Pak Dirman membelokkan motornya saat melewati perempatan jalan besar. " Amnesia Pak. Lupa ingatan, lupa kali pak sama anak istrinya," kekehku. "Bukannya lupa, Mbak, mungkin cuma sedang tidak ingat. Mbak yang sabar doainnya biar suaminya nggak lama-lama asem asem asem apa tadi Mbak?"
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai remuk redam artinya
Baca
+Pustaka
Hati yang Terikat Takdir

Hati yang Terikat Takdir

Dia tampak seperti ingin mengatakan sesuatu, namun ragu-ragu. “Apa ada yang ingin kamu katakan?” tanya Arum dengan nada datar. Rendra mengangguk pelan. “Aku... aku minta maaf. Aku hanya merasa... tertekan. Semua yang terjadi, semuanya begitu cepat dan begitu berat untuk kuterima.”
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai remuk redam artinya
Baca
+Pustaka
FROM THE WEDDING HALL

FROM THE WEDDING HALL

Memang posisi mereka terlihat sangat intim, sehingga siapapun yang melihatnya jelas berpikiran yang tidak-tidak. “Maaf. Maaf.” Nesia buru-buru bangkit dengan kikuk dan wajah memerah karena jengah sekaligus malu telah menimpa pria itu, bahkan beberapa saat terpesona melihat betapa Remy benar-benar pahatan Tuhan yang sempurna. “Lain kali tak perlu kamu mendekat jendela. Kalau kamu mau bunuh diri jangan melalui jendela ruang kerjaku!” ujar Remy dengan ketus.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai remuk redam artinya
Baca
+Pustaka
KUBURAN YANG TIDAK DIRINDUKAN

KUBURAN YANG TIDAK DIRINDUKAN

Akankah kebencian dan kemarahan kembali menjemput datangnya kematian untuk jiwa-jiwa lainnya? Translate: Manggaretek: Gemetar Tapanca: Terpancar Kajamban: Kencing Kurambiak: Senjata berupa pisau bermata satu, melengkung dengan sisi tajam di dalam, memiliki gagang berlubang. Bisa cek g****e untuk penampakannya.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai remuk redam artinya
Baca
+Pustaka
Digoda Suami Gaib

Digoda Suami Gaib

Kendati remasannya terlihat seperti orang yang sedang haus dan begitu gemas dengan bentuknya, tapi entah kenapa rasanya begitu melenakan, hingga berhasil membuat pucuk buah itu mengeras. “Bagaimana rasanya ketika mantera gendam Raja Gandarakala itu merasuk ke dalam dirimu, Permaisuri?” “Apa kau tidak bisa berhenti memanggilku demikian... sssh...mmmh...” “Tidak... “ katanya sembari tersenyum kecut, sembari satu tangan nakalnya terus meremas dua buah dadaku secara bergantian. “Ini sudah menjadi sebuah tugasku.”
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai remuk redam artinya
Baca
+Pustaka
JANGAN SALAHKAN AKU SELINGKUH (Hasrat Panas Musuh Suamiku)

JANGAN SALAHKAN AKU SELINGKUH (Hasrat Panas Musuh Suamiku)

"Malam pertama tidak semenakutkan ceritamu. Sumpah aku menyesal." "Menyesal kenapa tidak dari dulu?" seloroh Rendra. Keduanya terbahak. "Tapi kamu keren," Rendra mengacungkan jempol. "Aku saja hampir tidak bisa jalan dengan normal. Seperti habis dihajar massa," lanjut Rendra sambil tertawa lagi. Ken menyandarkan tubuh. "Kamu kira aku bagaimana? Rimbun itu gadis barbar. Aku cuma pura-pura kuat."
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai remuk redam artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status