Susahnya Jadi Mas Joko
“Aku tidak salah mencintai kamu, Joko. Walaupun aku tidak pernah dan tidak bisa memiliki kamu, tetapi aku sudah cukup bahagia pernah karena mengenal kamu. Mohon maaf, aku tidak bisa hadir di hari bahagiamu. Aku berdoa semoga kamu bahagia dengan Resti. Semoga kalian berdua menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Amin.”
Hatiku terenyuh. Sekarang, aku malah ingin meneteskan air mata lagi. Aku baru saja menarik nafas untuk mengambil jeda dan akan mengangkat wajah dari layar ponsel ketika ketika tiba-tiba ekor mataku menemukan sebuah pesan yang lain dari…, Resti!
Hah?? Mataku terbelalak. Benarkah pesan di ponselku ini dari Resti?? Bagaimana mungkin?? Cepat aku membuka pesan itu dan
Hot Chapters