Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PENGAKUAN ANAKKU

PENGAKUAN ANAKKU

Nafasnya terhembus panjang, seolah sedang melepas penat yang begitu dalam. "Wisnu ..." Rissa menjeda kalimat, bisa aku lihat dia menyematkan senyum licik. Perasaanku saat ini benar-benar tidak tenang, tanpa sadar aku mencengkram jeruji besi dengan kuat membuat telapak tangan terasa sangat nyeuri akibat tertancap serpihan besi berkarat. "Wisnu kenapa, jangan buat saya tidak tenang begini." Bapak mulai tak sabar, wajahnya merah padam padahal Rissa belum bicara apapun.
10145.7K viewsCompletedAdded to Library 5.0K Times as ribut tidak tenang
Read
+Library
Suamiku Takut Disentuh

Suamiku Takut Disentuh

Mungkin efek menstruasi juga menjadi sebab ia menjadi mudah marah. "Aku ingin bertanya...." ucap Kate dengan intonasi rendah. Freddy mengangguk sambil menoleh lagi sesekali. "Silahkan," ucapnya. "Sebenarnya kamu pingsan karena apa? Aku tahu kamu nggak punya asma. Aku udah periksa obat-obatan di lemari, tapi nggak ada obat pernafasan. Apa orang-orang di sana menyentuhmu? Atau... Kau teringat ibu tirimu?"
1.5K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as ribut tidak tenang
Read
+Library
Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Siluet raksasa di belakangnya terdistorsi, membesar lalu menyusut, seolah ada dua kehendak yang saling bertabrakan di dalam satu tubuh. Nathan masih berdiri sepuluh meter di depannya. Tenang. Tatapannya lurus. Bukan menekan. Bukan menyerang. Namun justru ketenangan itu yang membuat darah raksasa di tubuh Lubert semakin liar. Ravina mangepalkan kadua tangannya. “Suamiku, hati-hati dia segera akan kehilangan kendali…” bisiknya pelan.
104.8K viewsCompletedAdded to Library 119 Times as ribut tidak tenang
Read
+Library
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

gumamnya, menolak mempercayai kabar yang terasa begitu absurd itu. Ibu mertuanya sudah dibantu berdiri. Meski jejak air mata masih membasahi wajahnya, kepanikan yang tadi meledak perlahan mereda, digantikan oleh dugaan penuh harap dan kemarahan yang mencari sasaran.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as ribut tidak tenang
Read
+Library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Tidak ada omelan Ibu, tidak ada tangis buaya Ajeng, dan tidak ada lagi kalimat jangan membuat keributan dari Rangga. Rasanya sungguh tenang. Keesokan paginya, tepat saat aku baru saja bangun, ponselku berdering. Telepon dari Rangga. Begitu kuangkat, sebelum sempat aku bersuara, terdengar nada bicaranya yang menahan amarah.
2.3K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as ribut tidak tenang
Read
+Library
Ganti Rugi Nyawa Putriku

Ganti Rugi Nyawa Putriku

Kopilot yang panik segera memanggilku, "Kak, putrimu sepertinya nggak akan bertahan ...." Erangan putriku yang penuh penderitaan terdengar di telingaku dan membuatku gemetaran. Aku kembali mencoba menghubungi menara kontrol, tetapi suara rekan lain yang menyahut terdengar jengkel, "Bu Jeanette, Sheldon sudah bilang sama kami semuanya." "Kamu cuma khawatir sama cuaca buruk dan ingin mendarat lebih cepat, 'kan? Untuk apa bohong dengan alasan putrimu sekarat? Lakukan saja sesuai prosedur! Jangan banyak alasan lagi!"
7.4K viewsCompletedAdded to Library 252 Times as ribut tidak tenang
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Debu abu itu terhisap masuk ke dalam hidungnya. Gracya terdiam, matanya melebar. Dia terbatuk pelan, merasa sedikit sesak, tetapi yang lebih membuatnya tidak nyaman adalah perasaan aneh yang tiba-tiba datang. Sebuah rasa dingin merayap di kulitnya, seperti ada sesuatu yang mulai berubah di dalam dirinya. "Hadeh… cu-cuma debu. Tidak perlu panik," katanya pelan, mencoba menenangkan diri. "Ini semua cuma kebetulan."
1.2K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as ribut tidak tenang
Read
+Library
Istriku yang Tidak Memuaskan

Istriku yang Tidak Memuaskan

Apa lelaki itu masih marah pada dirinya? Jena menggigit bibir bagian bawahnya kuat-kuat untuk menghalau sesak yang begitu menghimpit dadanya. Air mata tampak menggenang di kedua pelupuk matanya. Jena terlihat sangat kalut, bingung, dan cemas karena Abi tidak bisa dihubungi. Andai saja dia tidak memakai kalung itu, Abi pasti tidak akan marah dan bersikap dingin pada dirinya.
1018.3K viewsCompletedAdded to Library 733 Times as ribut tidak tenang
Show Reviews (6)
Read
+Library
Aeris Park
Hallo, Aeris Park here. Mampir ke cerita keempatku ya, Kak. Judulnya Menikah dengan Keponakan. Kalian bakal ketemu sama Chandra Yasodana Leon alias Chanyeol di cerita tersebut, hehehe ^^ Jangan lupa mampir, ya. Terima kasih (◍•ᴗ•◍)...
Indah Hayati
gak nyangka kisah el sama jena udah ending kayak terasa terlalu cepat bangat thor baru aja mulai hubungan mereka yang lebih romantis malah langsung ending (>_<) kalo bisa banyakin dong bonus nya sampai punya anak mereka
Read All Reviews
Bukan Pemuas Nafsu

Bukan Pemuas Nafsu

jawab Bi Rum dengan wajah polos yang kebingungan. "Cepat bikinin satu lagi untuk Reo!" Mendengar ucapan Mama, aku yang sedang menyeruput orange jus pun tersedak, hingga terbatuk-batuk, membuat Mama dan tante Lily kompak bertanya. "Kamu kenapa, Tin? Pelan-pelan dong, kalo minum!" "Gak apa-apa, Ma! Tina cuma kaget aja," "Emang kaget kenapa, Tin?" tanya tante Lily penasaran.
1058.6K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as ribut tidak tenang
Read
+Library
RUSAK

RUSAK

Sarah mengedikkan bahu dengan santainya. “Kamu jangan bikin sensasi dong, main aman! Kamu lagi di atas loh.” Pratama yang merupakan pemilik menejemen artis itu bersuara menasehati. “Itu foto udah lama, yang nyebarin kudet kayaknya.” Sarah mengambil sebotol air mineral kemudian meminumnya. Sarah berusaha tenang menyikapi masalah yang menerpanya ini. Dia tidak boleh terlihat lemah apalagi ketakutan. Jauh dalam dirinya yang lain, Sarah sedang menggigil menahan trauma.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as ribut tidak tenang
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status