Renjana
Awalnya aku sama Ida gak percaya sama yang begituan, waktu kami mau ambil piring di barak Irine bilang kalau ada yang memperhatikan aku dari atas, terus kubilang
“Ah, Rin kayak gituan tuh gak usah dipercaya,” kataku tak percaya, “kita sudah hidup dijaman apa, kamu masih saja percaya sama tahayul, itu mah, cerita biar anak-anak pada takut,” selesai aku bebicara seperti itu, barak yang sudah sepi karena semua berkumpul di lapangan, pagi yang mendung membuat barak terasa lembab dan remang-remang, suasana makin seram, tiba-tiba semua barang yang ada disitu jatuh, entah itu tas, tempat makan yang ditumpuk, bahkan botol-botol bergelindingan. Sontak kami bertiga lari dari barak, sampe si Ida larin
Hot Chapters