Rumah Tanpa Buah Hati
Sebelum mulut Mariam kembali melontarkan kata-kata, ia kembali angkat bicara, "Gimana gak habis, untuk kalian berdua 10 juta, Barana 5 juta, biaya rumah sakit 25 juta. Sisanya untuk kebutuhan sehari-hari selama di rumah sakit. Coba Ibu pikirkan sendiri."
Mariam menghela nafas panjang. Matanya melirik tajam ke arah Anisa, menantunya.
"Gak usah melirik seperti itu, Bu. Anisa juga berhak mendapatkannya, karena dia istriku." Bram lalu berdiri dan mengajak Anisa masuk ke dalam kamarnya.
Tinggalah Mariam sendirian dan menahan kesal bukan kepalang. Tiba-tiba ponselnya berdering, ia pun segera melihat dan langsung mengangkatnya.