TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Keyko yang baru saja lepas jaga malam, menatapnya dengan mata panda yang lesu.
"Gue mau bawa mami pulkam. Trus rehab rumah nenek, mengembangkan warung, ngegaji beberapa pegawai buat bantu-bantu nenek," ungkap Prisha, usai menyesap dua tiga teguk kopi arabika. Rasa manis asam pahit yang segar, singgah di lidahnya, sebelum meluncur ke kerongkongan, terus menghangatkan perutnya.
"Lo yakin emak lo mau?" Keyko mengaduk-aduk permukaan krim kopi latte favoritnya. Gerakannya lambat dan malas.