Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

“Eh? Mau ke mana mbak? Kopinya pak Sagara bagaimana?” “Biar saja. Kalau orangnya telepon lagi, bilang saja saya pergi belanja dulu,” jawab Anita lalu pergi tanpa berkata apa-apa lagi. Bu Ida jadi bingung sendiri merasakan keadaan ini. *** Anita pergi ke sebuah toko sembako yang tak jauh dari kantor. Di sana ia membeli beberapa jenis kopi, mulai dari kopi Mocca, kopi Cappucino, Kopi Luwak, Kopi Gula Aren, Kopi Gajah dan Kopi Ekspresso. Tak lupa juga Anita membeli sebungkus racun tikus.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Kami sama-sama tertawa kecil. Angin sore lewat membawa aroma kopi dari arah kedai sebelah. Aku menoleh. Kedai kecil itu baru buka, papan menunya nempel di kaca dengan tulisan “Kopi Baper - Bawa Pergi, Jangan Baperin Barista”. Sumpah, lucu banget. “Pak, saya pesen kopi dulu ya, biar nunggu Pak Sopir nggak bosan.”
1018.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 611 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)

The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)

Luna kembali menghela napas panjang sebelum mengetuk pintu, dan masuk begitu dipersilakan masuk oleh sang pemilik ruangan. “Apa Tuan mencari saya?” tanya Luna pada Dominik yang rupanya duduk di sofa dengan secangkit kopi hitam panas yang menguarkan aroma harum yang begitu lezat. Sudah dipastikan jika kopi tersebut berasal dari biji kopi terbaik yang diseduh dengan cara yang tepat guna menjaga kualitas rasa agar tidak berubah. Luna tahu, Dominik adalah orang kaya yang sama sekali tidak merasa keberatan untuk menghabiskan uang hanya untuk membeli biji kopi, atau menyediakan barista pribadi di dalam kantornya ini. Dominik meletakkan cangkir kopinya dan berkata, “Silakan duduk.”
9.9127.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
MADried Couple (Indonesia)

MADried Couple (Indonesia)

Ia beranggapan jika buku dan kopi adalah dua hal yang bisa menciptakan suasana romantis yang tak terbantahkan. Kara yang baru selesai mencuci cangkir kopi melongok sejenak ke arah depan lewat celah kecil di dinding yang membatasi area dapur dan barista. Rumi terlihat masih mengobrol ria dengan ‘Om-nya’ yang ternyata bernama Fatur, Pria berumur 40 tahun yang mengaku Duda dengan satu anak.
5.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Rumah Risa

Rumah Risa

Tawaran ini datang pada saat yang sangat tepat setelah kehilangan pekerjaan di kota dan menghadapi kesulitan finansial yang mendalam. Surat tersebut berisi detail pekerjaan yang tampak seperti janji untuk stabilitas. Rumah yang dimaksud, yang disebut “Rumah Keluarga Wijaya,” terletak di tepi kota yang jauh dari keramaian. Laras, meskipun sedikit merasa cemas, melihat ini sebagai kesempatan yang tak bisa dilewatkan. Dia meneguk secangkir teh hangat sambil memikirkan apa yang akan terjadi jika dia menerima tawaran ini.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

“Lanjut aja mas, gue mau ketemu temen juga kok ini.” Tempat duduk di ujung sebelah taman ini selalu dikosongkan tiap Diana mengabari akan mampir sekedar untuk melamun ataupun mengerjakan sesuatu. Tempat yang nyaman dan kopi yang enak, tak heran coffee shop ini selalu ramai apalagi di akhir pekan seperti hari ini. “Udah dari tadi datengnya Di?” tanya Setya yang baru datang melihat kopi Diana sudah tinggal setengah gelas.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Proyek alpha: bayang bayang kebenaran

Proyek alpha: bayang bayang kebenaran

Gio benar. Aku menyewa ojek motor, membayar tunai, dan meminta diantar ke alamat yang tertera di pesan Gio. “Rumah Kopi Tua” ternyata adalah sebuah kafe kecil yang tersembunyi di balik barisan toko buku bekas yang usang, dekat dengan kampus tempat Profesor Bayu mengajar. Tempat itu gelap, lembap, dan berbau kopi yang terlalu kental dan kertas yang berjamur. Tempat yang sempurna untuk pembicaraan rahasia.
698 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
RUMAH EYANG

RUMAH EYANG

Aku sangat terkejut, ternyata aku juga punya teman masa kecil di sini. Aku memandang rumah ini. Benar-benar klasik interior bagian dalamnya, termasuk perabotan di dalam rumah. Semuanya bernilai seni tinggi. Hampir semua perabotan terbuat dari kayu yang berkualitas dengan ukiran jepara klasik. "Ini kamar, Eyang." Bi Lasmi membuka pintu sebuah kamar. "Non sama Mas, masuk saja. Bibi akan siapkan makan malam," kata Bi Lasmi lagi seraya meninggalkan kami.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Bukan Mauku Menjomlo

Bukan Mauku Menjomlo

Soalnya yang aku temukan di dekat mejanya hanya air mineral kemasan gelas, seperti yang disuguhkan di pengajian untuk Abah tiap malam. Kasian. Dia pasti sangat membutuhkan kopi untuk teman lemburnya. "Tapi di rumah ini gak ada Capucino, ekspreso, late atau semacamnya, A'. Hanya ada kopi tubruk." "Kopi tubruk?" "Kopi hitam asli maksud saya," terangku kemudian saat mendapati beoannya. "Oh, tidak masalah. Tapi, tolong jangan terlalu manis, ya?" pintanya.
9.8127.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai rumah kopi
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Ziza Ziz S
kalau cerita nya dari si amih lilih nih, yaa jgn ditinggalkan, memang harus dibaca, harus diutamakan harus dimasukkan ke dalam langganan, cerita nya asik ... mendebarkan mengucilkan menyintahatikan... 10 bintang buat author
poulina naisangi
karakter ceritanya konyol, dimana karakter hasminya itu gamau di ghosting tapi tingkat kepekaannya lebih rendah dari dokter karina yg kadar kepekaannya rendah, setiap baca slalu dibikin ketawa guling" dan slalu menanti cerita season 2 nya ...
Baca Semua Ulasan
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Dia duduk di depan laptop, mencoba cari berita lama tentang rumah nomor tujuh. Zaki (membaca pelan): "—Pembantaian keluarga Pratama tahun 2014 masih menyisakan misteri. Empat korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah tetangga mencium bau menyengat—" Zaki: (mengerutkan dahi) “2014... berarti udah hampir 10 tahun.” Ia scroll lagi. Ada foto rumah itu dari luar. Sama persis.
10846 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status