Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

ujar Akira menimpali ucapan ringan mereka berdua yang kerap kali dilakukan semenjak mereka kecil sehabis berlatih. Selesai berlatih, biasanya mereka suka melipir ke kedai kopi yang berada satu jalur dengan dojo mereka. Morning Mist. Kedai kopi kebanggaan kompleks perumahan ini. Hasil kerja keras patungan teman dekat Akira yang tinggal di kompleks ini. Empat tahun lalu, kedai ini hanya seukuran warkop. Hingga kini dibedah menjadi sebuah kedai kopi artistik yang viral di kalangan anak muda. Bukan hanya karena rasanya yang tidak kalah dengan rasa kopi franchise terkenal, tapi harganya tentu saja tetap membumi.
1029.8K viewsCompletedAdded to Library 922 Times as rumah kopi
Read
+Library
Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Aku mendongak dengan kening mengkerut melihat penampilan mas Ilham. "Mas, mau kemana?" Tanyaku keheranan. "Banyak tanya! Mana kopiku?" Bukannya menjawab, ia malah menanyakan kopi. "Nggak ada, habis." Jawabku. Lalu kembali ke dapur untuk mengambil piring. "Gimana bisa habis? Duit yang kemarin aku kasih, masa cuma buat beli kopi doang nggak ada sisa?" Lelaki itu membuntuti ku.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as rumah kopi
Read
+Library
Puber Kedua Pak Suami

Puber Kedua Pak Suami

Hanum hanya menghela napas dan beranjak dari kursi, mengantar sang suami menuju ke teras rumah. Siang ini, Rafi bersama dengan kedua sahabatnya tengah menikmati secangkir kopi di sebuah kedai kopi asal Amerika. Kedai kopi yang sangat terkenal itu berada di sebuah pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta. Namun di saat sedang asyik ngobrol sambil minum kopi, tiba-tiba Reza-salah satu sahabat Rafi, berseru dengan kedua bola mata yang membulat.
12.6K viewsCompletedAdded to Library 415 Times as rumah kopi
Read
+Library
Tenebrarum; Tumbal Leak

Tenebrarum; Tumbal Leak

Rumahnya memang tak jauh dari lokasi ia berjualan. Sembari menunggu Dayu Siam kembali dengan kain yang dimaksud, Pak Umar menyesap perlahan kopi hitam yang ada di hadapannya. Saat cairan hitam itu melewati kerongkongan, ia merasa ada sesuatu yang aneh dari rasa dan bau kopi itu. Bau yang tak sedap dan membuat guru ngaji itu seakan hendak muntah. Sekali lagi ia mencoba membaui gelas kopi, tetapi aromanya kembali seperti kopi hitam biasa pada umumnya.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as rumah kopi
Read
+Library
Salah Melamar

Salah Melamar

“Mas, ayo ke rumah ibu! Kita susulin Zahra. Gak enak kan kalau kita tinggalkan dia lama-lama.” “Sebentar, Sayang. aku lagi menikmati kopi buatanmu. Tapi ....” “Tapi apa?” “Kok rasanya beda. Hambar gitu, makanya dari tadi gak habis-habis,” ucapnya. “Masa sih, Mas. Itu kan kopi instan yang biasanya aku buatkan untuk mas adam.” “Iya, coba deh!” ucapnya sambil memberikan cangkir berbahan keramik itu ke arahku.
1027.4K viewsCompletedAdded to Library 794 Times as rumah kopi
Read
+Library
KEMERDEKAAN UNTUK GIANDRA

KEMERDEKAAN UNTUK GIANDRA

“Kalau dia kekurangan uang buat makan gimana? Kalau uang untuk hidup habis untuk print dan fotokopi?” “Mamah cantik, Andrei di apartemen nya juga sudah papah lengkapi fasilitas printer, laptop, dan mesin pembuatan kopi. Yang gak ada hanya mesin fotokopi. Sengaja papah sediakan mesin pembuat kopi juga biar dia gak ada alasan bikin tugas di coffeeshop,” kata Pak Abdi menjelaskan sambil memegang kedua pipi istrinya dengan romantis.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as rumah kopi
Read
+Library
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Mereka menganggap kebersamaan sebagai suatu gift. Amara beralasan jika dia ingin menulis skripsinya sendirian untuk mencari inspirasi. Dia juga memilih kedai kopi yang sedikit jauh dari kampusnya. Kedai itu cukup nyaman walaupun sederhana. Bentuknya pun unik, rumah mini yang dijadikan kedai kopi, dengan beberaapa payung tenda kecil di depannya serta plang penanda yang berjudul “secangkir kopi”. Amara baru pertama ke sini tapi dia menikmati suasananya. Amara kembali melihat laptopnya. Wallbook Bima masih ada di sana. Amara sengaja tidak berkata apapun ke Bima jika memiliki akses Wallbooknya. Sejujurnya hari ini dia ingin menyelidiki tentang Gita.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 308 Times as rumah kopi
Read
+Library
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

Tergantung rapi di sana, seolah-olah tidak pernah hilang. Ruby mundur perlahan hingga punggungnya menabrak meja. Napasnya memburu. Si Kopi bukan hanya mengawasinya dari jauh. Si Kopi memiliki akses ke rumahnya. Si Kopi bisa masuk dan keluar sesuka hati tanpa meninggalkan jejak. Di tengah kepanikannya, ponselnya kembali bergetar. Berandal Tengil 🐒:
1013.9K viewsOngoingAdded to Library 515 Times as rumah kopi
Read
+Library
Pengasuh Kesayangan Bujang Arogan

Pengasuh Kesayangan Bujang Arogan

Bahkan melawan dua preman sekaligus. "Kenapa, Mas? Kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Riana curiga dengan sikap suaminya kali ini. Rama kembali tersenyum lalu menggeleng pelan. Baru saja beranjak dari kursi kebesaran istrinya dan ingin menyusul sang istri ke sofa, tiba-tiba ponselnya bergetar lagi. [Sudah ketemu, Bos. Pemilik kedai kopi baru bernama Blackwood Roastery yang melakukannya]
1030.8K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as rumah kopi
Read
+Library
KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

Namun penuh tekad. Pertempuran baru saja dimulai. Darren menekan tombol pada remote presentasi. Layar besar menampilkan gambar bangunan kafe dengan nuansa hangat, kayu, tanaman hijau, dan tulisan besar di atasnya: “Kopi Rasa Rumah.” Darren menegakkan bahu. “Konsep kafe kami adalah kopi rasa rumah.” Para dewan direksi langsung fokus. Beberapa bahkan mencondongkan badan ke depan, penasaran. Di sisi meja utama, Nyonya Rukmini tersenyum puas melihat reaksi itu.
105.6K viewsOngoingAdded to Library 207 Times as rumah kopi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status