Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan Sepuluh Juta

Pernikahan Sepuluh Juta

tanya Ben sambil melirikku. Aku menggeleng, sedikit heran dengan pertanyaan Ben. Pria itu tidak bertanya mengapa aku mau bunuh diri waktu itu tapi justru bertanya keadaanku. "Kamu kerja dimana?" tanyaku berusaha mengalihkan pertanyaan Ben. "Aku tukang kopi. Baru buka usaha cafe kecil-kecilan dua bulan di jalan Supratman. Namanya Kopiku, mampir aja kalau ada waktu."
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Bertemu Setelah Berbeda Status

Bertemu Setelah Berbeda Status

"Salut juga rumah segede ini dia bersihkan sendiri. Arman harusnya gaji dia tiga kali lipat ini, hahaha ...!" "Bener Ma." "Maaa ... Papa di sini dulu yah, pengen juga minum kopi, hehehe ...!" Rudi duduk di kursi di ruang makan. "Ya udah, bentar yah Mama masakkin air dulu, Papa duduk manis di sini." Selesai memasak air, Rima mencari tempat kopi berada, membuka-buka lemari di dapur. "Ini dia kopinya." Rima tak lantas mengambil kopi, matanya tertuju pada benda pipih yang berada di dekat kopi itu berada.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Misteri Bedak Wa*dah di Mobil Suamiku

Misteri Bedak Wa*dah di Mobil Suamiku

Disana banyak dijajakan sate ati ampela, sate telur, nasi kucing, jahe susu, kopi jos dan semuanya dengan harga yang sangat murah. Kami duduk diatas tikar, Maya memesan tiga nasi kucing, 10 tusuk sate-satean dan 2 gelas jahe susu serta 1 cangkir kopi jos. Kopi jos ini kopi yang telah diseduh, kemudian dicempungin bara api yang menyala. Bunyi khas 'jooos' tersebut yang kemudian dinamakan kopi jos. Sudah lama aku penasaran dengan rasa kopi Jos ini, sebagai penikmat kopi sejati, rasanya tidak afdao jika belum mencoba kopi yang satu ini.
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 557 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

ujar Akira menimpali ucapan ringan mereka berdua yang kerap kali dilakukan semenjak mereka kecil sehabis berlatih. Selesai berlatih, biasanya mereka suka melipir ke kedai kopi yang berada satu jalur dengan dojo mereka. Morning Mist. Kedai kopi kebanggaan kompleks perumahan ini. Hasil kerja keras patungan teman dekat Akira yang tinggal di kompleks ini. Empat tahun lalu, kedai ini hanya seukuran warkop. Hingga kini dibedah menjadi sebuah kedai kopi artistik yang viral di kalangan anak muda. Bukan hanya karena rasanya yang tidak kalah dengan rasa kopi franchise terkenal, tapi harganya tentu saja tetap membumi.
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 914 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Aku mendongak dengan kening mengkerut melihat penampilan mas Ilham. "Mas, mau kemana?" Tanyaku keheranan. "Banyak tanya! Mana kopiku?" Bukannya menjawab, ia malah menanyakan kopi. "Nggak ada, habis." Jawabku. Lalu kembali ke dapur untuk mengambil piring. "Gimana bisa habis? Duit yang kemarin aku kasih, masa cuma buat beli kopi doang nggak ada sisa?" Lelaki itu membuntuti ku.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Puber Kedua Pak Suami

Puber Kedua Pak Suami

Hanum hanya menghela napas dan beranjak dari kursi, mengantar sang suami menuju ke teras rumah. Siang ini, Rafi bersama dengan kedua sahabatnya tengah menikmati secangkir kopi di sebuah kedai kopi asal Amerika. Kedai kopi yang sangat terkenal itu berada di sebuah pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta. Namun di saat sedang asyik ngobrol sambil minum kopi, tiba-tiba Reza-salah satu sahabat Rafi, berseru dengan kedua bola mata yang membulat.
11.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 389 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Tenebrarum; Tumbal Leak

Tenebrarum; Tumbal Leak

Rumahnya memang tak jauh dari lokasi ia berjualan. Sembari menunggu Dayu Siam kembali dengan kain yang dimaksud, Pak Umar menyesap perlahan kopi hitam yang ada di hadapannya. Saat cairan hitam itu melewati kerongkongan, ia merasa ada sesuatu yang aneh dari rasa dan bau kopi itu. Bau yang tak sedap dan membuat guru ngaji itu seakan hendak muntah. Sekali lagi ia mencoba membaui gelas kopi, tetapi aromanya kembali seperti kopi hitam biasa pada umumnya.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Salah Melamar

Salah Melamar

“Mas, ayo ke rumah ibu! Kita susulin Zahra. Gak enak kan kalau kita tinggalkan dia lama-lama.” “Sebentar, Sayang. aku lagi menikmati kopi buatanmu. Tapi ....” “Tapi apa?” “Kok rasanya beda. Hambar gitu, makanya dari tadi gak habis-habis,” ucapnya. “Masa sih, Mas. Itu kan kopi instan yang biasanya aku buatkan untuk mas adam.” “Iya, coba deh!” ucapnya sambil memberikan cangkir berbahan keramik itu ke arahku.
1027.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 788 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
KEMERDEKAAN UNTUK GIANDRA

KEMERDEKAAN UNTUK GIANDRA

“Kalau dia kekurangan uang buat makan gimana? Kalau uang untuk hidup habis untuk print dan fotokopi?” “Mamah cantik, Andrei di apartemen nya juga sudah papah lengkapi fasilitas printer, laptop, dan mesin pembuatan kopi. Yang gak ada hanya mesin fotokopi. Sengaja papah sediakan mesin pembuat kopi juga biar dia gak ada alasan bikin tugas di coffeeshop,” kata Pak Abdi menjelaskan sambil memegang kedua pipi istrinya dengan romantis.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Mereka menganggap kebersamaan sebagai suatu gift. Amara beralasan jika dia ingin menulis skripsinya sendirian untuk mencari inspirasi. Dia juga memilih kedai kopi yang sedikit jauh dari kampusnya. Kedai itu cukup nyaman walaupun sederhana. Bentuknya pun unik, rumah mini yang dijadikan kedai kopi, dengan beberaapa payung tenda kecil di depannya serta plang penanda yang berjudul “secangkir kopi”. Amara baru pertama ke sini tapi dia menikmati suasananya. Amara kembali melihat laptopnya. Wallbook Bima masih ada di sana. Amara sengaja tidak berkata apapun ke Bima jika memiliki akses Wallbooknya. Sejujurnya hari ini dia ingin menyelidiki tentang Gita.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai rumah kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status