Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kabur Saat Masa Iddah

Kabur Saat Masa Iddah

Entah bagaimana dengan kabar motornya, aku sudah memberitahu Jonathan menelantarkannya dimana, diambil atau tidak terserah dia. Di kedai depan gerbang sekolah, aku duduk anteng sambil memesan bakso. Aku melahapnya dengan rakus meski entah kenapa tidak terlalu berselera, aku hanya tidak mau kelaparan di beberapa jam mata pelajaran terakhir. “Eh Nai! Kamu sekolah?” Antania menepuk bahuku dan duduk di bangku yang ada di sebelahku. Tangannya menggenggam segelas jus mangga, aku hanya bergumam menyahutinya sambil mengunyah.
2.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 106 Beses bilang rumah makan sabar menanti
Read
+Library
Tuan Muda Diningrat

Tuan Muda Diningrat

“Hnn... terima kasih kek sama gue yang udah gendong lo dari depan gerbang sampe ke UKS. Nggak ada terima-terima kasihnya ya lo jadi orang,” “Kamu pamrih?” “Iya lah…” balas Zen cepat. Sabar Ziana… sabar. Orang sabar disayang Tuhan. “Ya udah. Makasih udah bantuin aku tadi. Pasti aku berat ya, makanya kamu kesal gini?” balas Ziana kesal. “Berat apaan… tepos gitu. Nggak ada enak-enaknya buat di pegang. Nyesel gue nolongin lo tadi. Kirain bisa ngerasain harta karun, eh ternyata tulang semua,”
103.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 114 Beses bilang rumah makan sabar menanti
Read
+Library
Berebut Pantas

Berebut Pantas

Setelahnya, dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang ke arah Selatan. Ada yang sedang Varen tunggu di area taman mini dekat pedagang Kue Terang Bulan. Seketika dia teringat kepada Arash yang suka membuat video ulasan tentang jajanan tradisional hingga mendapat banyak penggemar. “Kau begitu bersinar meski sering merasa kesepian,” ucap Varen yang masih teringat Arash. Satu tarikan nafas dalam mengiringi langkah Varen menuju salah satu bangku panjang di area taman. Sesekali dia mengecek ponselnya, berharap yang dia tunggu akan segera datang.
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 43 Beses bilang rumah makan sabar menanti
Read
+Library
27 Hari Menanti Janji Palsu

27 Hari Menanti Janji Palsu

"Apa kamu lupa aku sudah memperingatkanmu, jangan ganggu Nadia?" Setelah meninggalkan kantor, ponselku bergetar menerima pesan dari Rayhan. [Besok, aku tunggu kamu di pintu masuk Kantor Catatan Sipil.] [Dokter spesialis yang kucarikan buat Tante juga datang besok.] [Setelah menikah, kita temui Tante sama-sama.] Aku tersenyum, tiba-tiba merasakan pahit dalam hatiku.
3.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 112 Beses bilang rumah makan sabar menanti
Read
+Library
ANAKKU DIMANGSA PAEDOFIL

ANAKKU DIMANGSA PAEDOFIL

Mereka tertidur karena kelelahan. Rumah Ambar “Ambar dan Nak Sapto, ke mana ini?” tanya Bu Retno sembari melihat layar ponsel. Beberapa kali menelepon keduanya, tak diangkat. Dia berkirim pesan pun tak berbalas. Wanita berumur 40 tahunan ini semakin gelisah karena telah ditunggu pelanggan katering yang meminta bertemu segera. “Belum ada balasan, Tante?” tanya Sabrina sambil menatap layar ponsel juga.
105.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 164 Beses bilang rumah makan sabar menanti
Read
+Library
BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA

BUTIRAN CINTA DI MALAM PERTAMA

jawab Nazha “Sabar Non, beberapa jam lagi , “ “Iya Mbok, tapi aku sudah tak sabar memeluk Bara,”senyum kecil terlihat di bibir Nazha.” “Lebih baik Non Nazha makan dulu, ini menu sarapannya dari tadi belum di sentuh,”suruh Mbok War Nah mengangguk lalau meraih mampan dan mulai menyuap menu makan paginya. Pagi itu rumah tampak sepi, Devon sudah pergi ke kantor, yang ada hanya baby sister yang sibuk memandikan Bara, tiba-tiba Yuni masuk ke kamar.
101.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 42 Beses bilang rumah makan sabar menanti
Read
+Library
Malam Membara Bersama Pamanmu

Malam Membara Bersama Pamanmu

Saat masuk, Liora lebih dulu memilih tempat duduk, memesan yang ingin dimakan oleh si kembar sebelum mereka berlarian di tempat bermain yang memang disediakan di sudut ruangan. “Kamu mau membawa pulang juga, Sayang?” tawar Kayden seraya menunggu menu yang mereka pesan iba. “Hm ... boleh. Untuk Bu Annie dan yang lainnya. Kamu merekomendasikan menu yang mana?” Kayden memiringkan kepalanya sekilas ke kiri, membaca menu yang ada di buku sebelum akhirnya menjawab, “Pilihlah nanti, Sayang. Tambahi dengan French fries dan juga minuman. Khusus untuk Pak Han, tolong jangan belikan kopi.”
1069.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.1K Beses bilang rumah makan sabar menanti
Ipakita ang mga Review (15)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang suami yang dikhianati istrinya menjadi seorang penulis kaya raya dan mendapatkan jodoh yang tidak disangka-sangka di novel berjudul DERITA WAJAH JELEK. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Almiftiafay
terima kasih sudah membaca ya (⁠◕⁠ᴗ⁠◕⁠✿⁠) perjalanan kita kali ini ditemani oleh Liora yang baik hati dan Kayden yang dingin dan tak bisa ditebak. Thor sekali lagi ucapkan Selamat naik rollercoaster, jangan lupa kencangkan sabuk pengaman (⁠ ⁠ꈍ⁠ᴗ⁠ꈍ⁠)
Basahin ang Lahat ng Review
SAHABATKU MADUKU

SAHABATKU MADUKU

BAB 43 SABAR DIUJUNG BATAS Nayla berdecak kesal saat tidak mendapatkan, balasan dari Farhan. Memasukan ponsel-nya ke saku, lalu menoleh ke Sella yang menunggunya. "Ayoo pergi!" perintah Nayla melangkah masuk ke mobil. "Nyonya, apa Tuan Farhan sudah mengizinkan?" tanya Sella hati - hati, membuat Nayla menoleh dan menatap tajam dia.
1010.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 326 Beses bilang rumah makan sabar menanti
Read
+Library
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

Jarak warung itu lebih dekat dari rumah baru kami dari pada dari toko Mas Seno. Setelah sampai warung aku lalu langsung memesan makanan. "Mbak. Tolong nasi campur dua ya."pintaku "Eh. Kamu bukannya istri Mas Seno?"tanyanya wanita yang bernama Wanti "Iya."jawab ku. "Sus... Susi sini. Ada calon madu mu tuch."serunya. Aku terkejut mendengar Wanti berteriak memanggil Susi dan mengatakan calon maduku.
3.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 78 Beses bilang rumah makan sabar menanti
Read
+Library
Dendam Membara Mas Tetangga

Dendam Membara Mas Tetangga

Diikuti oleh Papa Girish dan Cain diujung meja. Anael merasakan ketegangan menguar dari tubuh Fayla ketika ia dan Jaibah duduk berhadapan. Sedangkan istri Bahram itu sendiri sedang membukakan bungkus cemilan untuk anak bungsunya. Buku menu kembali disediakan, sedangkan Fayla mengambil dari bunda. Ia memesan sup kepiting asparagus dan nasi putih. “Wow, Bahram juga senang pesan itu!” Jaibah menoleh ke arah suaminya dan menambahkan, “Jadi kalian bisa berkongsi bersama.”
101.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 33 Beses bilang rumah makan sabar menanti
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status