Ketika Hati Mulai Lelah
“Betul, Bu. Yang namanya rumah sakit itu banyak penyakitnya, takutnya nanti malah berbahaya bagi anak-anak.
Ahmad dari tadi hanya diam saja, ia bingung mau ikut berbicara. Melihat kondisi Novi yang tidak bermasalah sudah cukup baginya. Mereka masih asyik berbincang walaupun Ahmad hanya sebagai pendengar saja, sesekali ia ikut tertawa. Terdengar suara pintu diketuk, kemudian pintu terbuka. Tampak Farel yang datang dengan membawa bungkusan kantong plastik.
“Assalamualaikum,” kata Farel mengucapkan salam.
Semua yang ada disitu menjawab salam dari Farel.
“Lho Pak Harno dan Mas Ahmad kok ada disini?” tanya Farel, rupanya ia mengenal Pak Harno dan Ahmad. Kemudian Farel mengulurkan tangan pada Pak
Hot Chapters