Pertemuan Kedua : Dia yang Kembali
Sembari menyusuri lorong, perhatian Ayumi berputar ke belakang.
"Tapi pada kenyataannya dia masih ada," tuturnya pelan.
Secara perlahan, suasana hati Ayumi menjadi lebih buruk. Dalam benaknya, perkataan Arkan terasa sangat berat.
Jendela-jendela besar saling berdampingan. Secara bergantian, pantulan orang-orang yang berlalu lalang tergambar di atasnya.
Ayumi membisu dengan tenang. Sebelah tangannya menekuri jam di pergelangan tangan dan bergumam, "Masih ada sisa waktu."