Resep Rahasia Sang Pecundang
Adinda Permatamasak air biar matengpinggan tak retak nasi tak dinginpiring nasi gorengfoto nasi di piring
Ia hanya memutar kemudi kayu dengan gerakan yang lambat dan penuh hormat, seolah sedang menenangkan seekor binatang buas raksasa yang baru saja menggeram.
Matanya yang kelabu menyapu permukaan air, bukan dengan kewaspadaan seorang nelayan, melainkan dengan pemahaman seorang pendeta yang sedang membaca kitab suci.
“Dia hanya menyapamu, Nak,” akhirnya Bah Sura bergumam, suaranya serak. “Mengkonfirmasi namamu dalam daftarnya. Lautan punya ingatannya sendiri. Dia mengingat setiap kapal yang tenggelam, setiap doa yang terucap, dan setiap niat yang dibawa oleh tamunya.”
Hot Chapters