Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menepis Tirai Masa Lalu

Menepis Tirai Masa Lalu

pesan Nenek. “Nek, makasih sekali, aku pasti bakal kangen nenek terus, dan sudah ngerepotin nenek beberapa hari ini,” Maya mengucap pamit sembari memeluk nenek sangat erat. Sisi pun pamit sambil mencium tangan nenek dan memeluknya juga. “Terima kasih ya, nek, sudah mau kami repotin, dan masakan nenek sangat enak, aku bisa kangen banget dengan masakan nenek ini."
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai sama nenek
Baca
+Pustaka
Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina

Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina

Karena merasa sangat aneh dan konyol. “Astagfirulloh, astagfirulloh, astagfirullo, Samsul punya dosa apa kamu di masa lalu, hingga Allah mengganjarmu memberikan anak sengeyel ini!” ucap Nenek dengan suara lirih mengelus dada. Kulihat Papa diam saja. Bahkan tak berani memandang Nenek. Mama juga menunduk, dengan menautkan ke dua tangannya. Meremas-remas.
1040.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 971 kali sebagai sama nenek
Baca
+Pustaka
Dokterku Pemburu Roh

Dokterku Pemburu Roh

Di tengah upayanya itu, dirinya didatangi seorang nenek-nenek yang meminta Ken untuk membantunya berjalan akibat punggungnya linu. Dan disinilah bagian lucunya, Ken tidak mengerti apa yang dikatakan nenek itu dan nenek itu juga tidak mengerti ucapan Ken—karena nenek itu berpikir bahwa dirinya juga bisa seperti Serei. "Aah, di alam semestaku seorang nenek itu beban kuadrat. Jadi, kakak memintaku tidak membantu mereka apapun yang terjadi. Apa di dunia ini sama seperti itu?" gumamnya dalam hati.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai sama nenek
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Melamar Suamiku

Wanita Yang Melamar Suamiku

Rara bahkan langsung berceloteh. “Saya Rara, Nenek! Nenek ini neneknya Om Elang, ya? Berarti nenek Rara juga. Boleh, kan, Nek? Nenek Rara udah ada dua, sih. Satu nenek kampung, rumahnya jauh …. Satu lagi nenek jahat. Dia suka bentak-bentak Rara dan Kak Nada. Enggak pernah mau peluk kita. Kalau dia punya makanan, kita enggak pernah dibagi. Dia cuma ngasih anak-anak tante Ambar dan tante Sekar. Tapi kata mama, Rara enggak boleh sedih, kita enggak boleh menginginkan sesuatu yang bukan milik kita. Tapi, kalau nanti Rara jadi nenek-nenek, Rara enggak mau jahat. Rara akan bagi semua makanan Rara buat semua cucu Rara. Kalau Nenek gimana?”
1081.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai sama nenek
Baca
+Pustaka
Seribu Pintu Sindukala

Seribu Pintu Sindukala

“Maksudnya?” “Mamanya Sena itu teman sekelas Nenek waktu SMP dulu. Nenek akrab betul sama mamanya,” jelas neneknya sambil berdecak dan menggelengkan kepala. “Sayang, kanker merenggut nyawa mamanya terlalu cepat.”
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai sama nenek
Baca
+Pustaka
Sebentuk Hati untuk Jingga

Sebentuk Hati untuk Jingga

jawab Jingga cepat. "Kamu bisa bohong sama semua orang, Nduk. Tapi, sama nenek, yo ndak bisa. Nenek ini sudah tua, sudah puas makan asam garam dunia. Sebelum mengamati kamu, nenek sudah terlebih dahulu harus mengamati anak-anak Nenek. Termasuk ibumu," kata sang Nenek panjang sambil menoel hidung Jingga. "Jingga lagi kepengen menyendiri aja, Nek. Rasanya lelah sekali menjadi orang dewasa dengan semua permasalahan hidupnya," lanjut Jingga.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai sama nenek
Baca
+Pustaka
Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah

Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah

Saat Wina terlihat bingung, Sam mencondongkan diri ke telinga Wina dan membisikkan sesuatu, "Eh, kukasih tahu sebuah rahasia. Barusan si Andrew bilang neneknya baru meninggal, 'kan? Dia bohong tahu." Wina yang terkejut pun mengernyit, "Neneknya belum meninggal?" Sam menggeleng, "Neneknya memang meninggal, tapi yang meninggal itu bukan nenek kandungnya. Aku juga nggak tahu nenek kandungnya yang mana." Wina sungguh dibuat kehabisan kata-kata dengan tingkah Sam, "Jadi apa gunanya kamu ngomong ini ke aku?"
9.5958.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30.7K kali sebagai sama nenek
Tampilkan Ulasan (255)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Its me Chika
Endingnya sebenernya bukan sad ending di Jihan dan Wina.. mereka meninggal krn memang umur mereka sdh tua (meski umur mereka gak sampai Lansia). Jihan meninggal krn penyakitnya dan wina meninggal krn depresi krn jihan meninggal.. mereka bahagia dg rumah tangganya meski gak smpe kakek nenek umurnya.
Baca Semua Ulasan
Menikahi Kakakku yang Koma

Menikahi Kakakku yang Koma

“Jangan bertingkah seolah Tuhan memilihmu jadi penyelamat.” “Sensor jantungnya melonjak tiba-tiba,” katanya, menekan kata demi kata. “Dan cuma ada satu kemungkinan kenapa itu bisa terjadi. Kau menyentuhnya.” “Ibu—” “Aku bukan ibu tirimu dan bukan ibu mertuamu,” katanya. “Jangan pernah bermimpi menjadi nyonya besar Adikara.” “Aku tahu jenis perempuan seperti kamu,” lanjutnya. “Berpura-pura polos, lalu mencari cara untuk bertahan.”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai sama nenek
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan Kuli Panggul Biasa

Suamiku Bukan Kuli Panggul Biasa

“Lebay tapi benar.” Kami kemudian makan malam bersama—makan malam sederhana, nasi goreng buatan Sigit dan sambal terasi favorit Raihan. Tidak ada perhiasan, tidak ada kemewahan mencolok, tapi ada tawa yang mengisi setiap sela hening. Beberapa hari kemudian, kami bertiga berziarah ke makam Mama Denisa. Langit mendung tapi lembut. Hujan sempat turun tipis tadi pagi, meninggalkan aroma tanah basah yang menenangkan.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai sama nenek
Baca
+Pustaka
Katanya Dan Nyatanya

Katanya Dan Nyatanya

Dengan nomor kelahiran dan kematian yang cantik. Harusnya hari ini adalah hari ulang tahun sang nenek yang ke 61. "Kakek, yang sabar ya." Dewa memeluk Nata yang duduk di kursi roda itu, dengan penampilan khas kakek - kakek yang ketara namun tampan masih saja melekat. "Kakak ikhlas, nenek pasti lebih bahagia di sana." suaranya serak dan bergetar lemah.
1030.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai sama nenek
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
Faria Hariyono
Aku tau kalo novel itu karangan dan hayalan,tp ga gtu lebay jg kali ah ... Mungkin memang benar selera setiap org berbeda. Jujur di novel ini penggambaran karakter pemainnya kurang ngena, penggambaran lokasinya jg kadang agak sedikit bingung. Oh iya buat reverensi bs intip “konstelasi hati” disini jg
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status