SUAMIKU KEKASIH IBUKU
“Maaf, ulangi.”
Samuel menatap singkat, lalu mengulang. Jati menjawab seperlunya. Sepanjang hari, ia hadir tanpa sepenuhnya ada.
"Sepertinya kamu belum usai dengan apa yang kamu alami." Samuel merasa prihatin. "Selesaikan semuanya dengan baik sebelum kamu ikut berangkat dalam misi ini."
"Baik, Komandan. Akan saya usahakan."
Sore menjelang. Langkah Jati berat saat pulang. Pikiran penuh, rahang mengeras. Saat pintu terbuka, aroma masakan menyambut.