CINTA TERLARANG TUAN MAJIKAN
Satu wajah terakhir yang muncul hampir membuat jantung Dinda berhenti berdetak.
“Selamat siang,” suara lantang milik Nugraha, sang direktur, membuka rapat. “Langsung saja, ada beberapa yang mau saya sampaikan siang ini. Tetapi sebelum dimulai, saya ingin memperkenalkan seseorang yang sudah membeli sebagian besar saham perusahaan ini. Dan mulai minggu depan, beliau yang akan menggantikan posisi saya di perusahaan.” Nugraha menunjuk seseorang yang kini berada di sampingnya. “Saya perkenalkan, Bima Sakti Iskandar. Direktur baru kita.”