Tetanggaku Rajin (Minta)
“Nah, bener, enak banget, tuh. Buruan goreng, dan bikinin pecelnya, gue juga laper.”
“Loh, ngasi tapi kok malah mau ikut makan?”
“Yaelah, itungan banget, lu.”
“Mane? Sini gue yang rebus syurannya. Elu duduk aja.” Tanpa diminta dia langsung membuka kulkasku dan mengambil sayuran untuk direbus. Ada kol, tauge, timun, dan dia juga langsung memetik daun singkong di belakang rumah. Aku yang melihatnya hanya bisa tepok jidat. Ini rumah siapa, sih?