Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal

Kembalilah Nyonya! Tuan Presdir Sangat Menyesal

Asap tipis mengepul dari cangkir-cangkir itu, menghangatkan udara dingin yang dibawa angin malam. "Kopi hitam, tanpa gula. Sepertinya Mas Sean membutuhkan asupan ini," ucap Rangga sambil menyodorkan salah satu gelas ke Sean. Sean mengambilnya tanpa banyak bicara, menatap permukaan kopi yang beriak kecil karena angin.
9.9268.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.5K kali sebagai secangkir kopi motivasi
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Aurora Aurora
GILA ITU EMA NYA SEAN, SEKAR SAMPE PINGSAN LIAT SEAN, JALAN DI LORONG RUMAH SAKIT,, SEAN JALAN SAMA CEWE LAGI HAMIL, TERUS SAMA ANAK KECIL PEREMPUAN YG MIRIP BRILIAN,, SEKAR KONTROL RUTIN JUGA, TEKANAN DARAH NYA JUGA NAIK, GEGARA MIKIRIN SEAN BALIK LARUT MALEM TERUS..!! MUNGKIN DINI HARI LEBIH TEPAT
Baca Semua Ulasan
Gara-gara Selembar 50 Ribu

Gara-gara Selembar 50 Ribu

Acara bersyahdu ria sudah di pastikan gagal total. Benar saja. Saat Nisa mengantarkan kopi ke kamar, sepasang Kakek dan cucu itu sedang asyik bermain. "Ini kopinya, Pah." Iman mengangguk. "Rifki mau kopi? Tunggu, ya. Masih panas." Rifki mengangguk. Ia memang acapkali Iman suapi kopinya meski tidak banyak. Katanya balita yang sering diberi kopi akan mencegahnya terkena step kalau badannya panas. Ini mitos atau fakta, ya?
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai secangkir kopi motivasi
Baca
+Pustaka
Menikahi Pria Asing

Menikahi Pria Asing

" tanya Zane lirih. "Mau lah, Mas Zane! Aku kan bisa sekalian ngecengin karyawan yang ganteng dan cari jodoh! Hahaha ..." kelakar Zara. Zane hanya tersenyum menanggapi gurauan itu, ia meraih cangkir kopinya dan menyesap cairan hitam nan kental itu sedikit demi sedikit. Entahlah, belakangan ini Zane sangat suka minum kopi, mungkin karena hidupnya penuh tekanan dan Zane butuh cafein yang katanya mampu membantu pelepasan hormon endorfin yang cara kerjanya mirip dengan obat anti depresi.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai secangkir kopi motivasi
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kedua CEO

Menjadi Istri Kedua CEO

Sementang tajir, jadi sesuka hatinya sendiri. Es kopi yang ada di meja Kinar mulai mencair dan rasanya telah berubah. Tidak lagi segar sperti pertama kali baru Kinar pesan. Namun karena kondisi hatinya yang rusak total, kopi jelas menjadi penyelamat bagi Kinar.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai secangkir kopi motivasi
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

“Kenapa jarang? Bukankah kamu tinggal memeras setiap pria yang tidak ingin fotonya disebar olehmu?” “Aku tidak sejahat itu!” “Benarkah?” Ben meneguk segelas kopi susu miliknya yang ia pesan tanpa banyak berpikir. Rasa krim yang pekat serta pahit dari kopi yang samar seketika memenuhi lidahnya. Pria itu meringis. “Astaga. Bagaimana bisa kafe yang hanya menjual minuman penuh pemanis buatan seperti ini terus beroperasi?”
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai secangkir kopi motivasi
Baca
+Pustaka
Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku

Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku

Arabella menatap cangkir kopinya dengan tatapan nanar. “Kau tidak salah. Bukankah aku pernah bilang padamu. Kadang manusia terlalu sibuk memikirkan benar atau salah sampai lupa caranya bahagia. Untuk sekarang, apa yang kau lakukan itu tidak salah. Kau hanya sedang menyelamatkan dirimu dari kehancuran.”
10467 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai secangkir kopi motivasi
Baca
+Pustaka
Jenius yang Disingkirkan

Jenius yang Disingkirkan

Tiga tetes Lalu seluruhnya bergabung menjadi satu massa cairan besar berwarna emas kemerahan. Bola diagram terus berputar. Panas yang stabil terus diberikan. Sedikit demi sedikit cairan tersebut mulai mengental. Dari cair. Menjadi kental. Lalu semakin kental. Hingga akhirnya berubah menjadi pasta energi spiritual yang sangat pekat. Aroma obat yang harum perlahan memenuhi bagian dalam tungku. Bahkan Tian Fan yang berada di luar,bisa mencium aromanya.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai secangkir kopi motivasi
Baca
+Pustaka
Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku

Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku

Pria itu mengamati satu per satu wajah mereka, dan berhenti sejenak pada Clara yang tampak paling bersemangat. Dante mendengkus pelan. Lalu dia melangkah mendekat. Beberapa detik kemudian, Dante meletakkan beberapa gelas kopi di atas meja. “Kopi di pagi hari katanya bagus untuk menambah energi,” ucap Dante, menyela pembicaraan mereka. Semua kepala langsung menoleh. “Supaya tambah semangat bekerja.” Dante menambahkan. Dante sengaja menekankan kata ‘bekerja’ dengan halus. Terlalu halus untuk dijadikan alasan tersinggung, tetapi terlalu jelas untuk tidak dimengerti.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai secangkir kopi motivasi
Baca
+Pustaka
Mencintai Untuk Membunuh, Pembalasan Sang Luna

Mencintai Untuk Membunuh, Pembalasan Sang Luna

Di tangannya terdapat secangkir kopi hitam yang aroma pahitnya langsung menguar hangat di udara dingin malam. “Kopi khusus Jackpot Pack,” katanya pelan sambil menyodorkannya padaku. “Baru selesai dipanggang tiga hari lalu.” Aku menerima cangkir itu perlahan. Aromanya pekat dengan sedikit sentuhan rempah hutan. Hangat dan menenangkan. Aku menyesap sedikit dan membiarkan cairan pahit itu turun ke tenggorokan. Zena menatapku beberapa saat sebelum akhirnya berkata, “Anda ragu.”
687 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai secangkir kopi motivasi
Baca
+Pustaka
Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

"Kepalaku mau pecah. Bikinin kopi. Yang hitam. Jangan pakai gula. Cepat." Dia kembali membaringkan tubuhnya di sofa, menutup mata, menganggapku tidak lebih dari pelayan yang siap disuruh. Aku berbalik menuju dapur. Di depan mesin kopi espresso, tanganku bergerak mekanis. Mengambil bubuk kopi, memadatkannya, menekan tombol. Namun pikiranku melayang ke momen beberapa jam lalu di dalam mobil Maybach.
702 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai secangkir kopi motivasi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status