KINASIH
"Sekarang katakan apa yang membuatmu nekat menyentuh putra kesayanganku, dasar j4l4ng!"
Asih menarik rambut Rani yang terurai, membuat air mata wanita itu semakin berderai di kedua pipi. Dengan satu tarikan, Asih melepas kain yang menyumpal di mulut Rani dan kini, dari saku kemeja hitamnya, Asih mengeluarkan sebuah belati.
"Cepat katakan!" hardiknya dengan ujung belati yang tipis dan mengkilat, menyentuh pelipis Rani yang ketakutan.
Hot Chapters