Diriku Seutuhnya
Dia buru-buru mengunci kembali ponselnya, tak peduli lagi aku sedang ngobrol dengan siapa, lalu menggertak dengan galak,
“Kuperingatkan baik-baik, jangan pikirkan yang macam-macam.”
Aku hanya menggeleng pelan dan menjawab tenang, “Aku nggak mengerti apa maksudmu. Aku juga nggak memikirkan apa-apa.”
Namun, usai aku bicara begitu, wajah Felix malah tampak semakin kesal.
Tiba-tiba, Celine malah terkekeh dengan senyuman ceria di samping.
Dia memeluk lengan Felix, mengedipkan mata dengan manja, “Felix, itu hari pertama kali kita bertemu~ Hari yang sangat layak dikenang, ‘kan?”