CEO Galak, Cintai Aku!
“Bapak kan jengkelnya sama saya dan Sam, kenapa harus merembet ke mana-mana, sih? Kalau mau bersikap menyebalkan, cukup di depan saya saja. Saya udah terbiasa, tapi mereka nggak. Yang bisa menghadapi sikap menyebalkan Bapak itu hanya saya dan pak Awan.”
“Kesannya saya ini udah seperti monster tinggat tinggi aja,” dengus Senja. Dia menarik napas panjang dan mengetuk jari telunjuknya ke meja beberapa kali. Lalu, matanya mengarah pada jam kecil yang ada di atas meja. Sudah pukul setengah lima sore. Setengah jam lagi, jam kerja akan selesai. “Hei, Mentari, kamu mau ke rumah saya?”
“Ngapain?” tanya Mentari seraya menaikkan satu alisnya.
Bab Populer