Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

gumam Aksara. "Pedang bukan benda, Aksara. Pedang adalah konsep," Sadewa menepuk dadanya sendiri, tepat di jantung. "Di sini. Di dalam Inti Jiwa-mu. Jika tekadmu setajam silet, maka rumput pun bisa menjadi senjata pusaka." Sadewa menghela napas panjang, seolah sedang membuat keputusan berat. Ia "menatap" ke arah pintu Lantai Tiga.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as senjata sadewa
Read
+Library
Suami Penggantiku Kakak Iparku

Suami Penggantiku Kakak Iparku

ujar lelaki bertato dengan senyum sinis dan berdiri di hadapan Sadewa. Dari arah belakang berdatangan tiga unit kendaraan bermotor yang masing-masing terdiri dari dua orang lelaki bertubuh tinggi. Mereka semua membawa senjata. Mereka berkeliling mengepung Sadewa. Sadewa sama sekali tak merasa gentar. Wuuss! Lelaki pertama melakukan gerakan menendang pangkal paha Sadewa, namun dengan gesit Sadewa menghindar dan melakukan serangan balik, ia melakukan tendangan sleding.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as senjata sadewa
Read
+Library
Senandika

Senandika

Cowok itu hanya mengangkat kedua alisnya kala mendapat tatapan sinis dari Jevan. "Sinting, gue masih normal," Jendra menjawab dengan sedikit kesal. Sedangkan Jevan hanya menghisap rokoknya dengan tenang. Tidak tertarik mengobrol dengan yang lainnya, pikirannya sekarang dipenuhi dengan tanda tanya mengenai UTBK, penentangan orang tuanya, dan kondisi Shera. 'Sial, bisa-bisanya,' gumam Jevan. "Woi, Jevan!" teriak Regar tepat di depan wajahnya.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as senjata sadewa
Read
+Library
PEDANG PUSAKA TERHEBAT

PEDANG PUSAKA TERHEBAT

Girgal melemparkan pedangnya ke arah Boby, meskipun sangat nihil jika pedang itu mengenai perampok tersebut, tapi Girgal percaya akan ikatan darah dari pedang pusaka tersebut. "Tunduklah padaku, dan musnahkan mereka!!" Pedang itu melesat begitu cepat, membelah daun yang berjatuhan dan menancap tepat di kepala pria itu. Boby menahan nafasnya sepersekian detik, sebelum kakinya lemas ketakutan. "Aku senang, ini sangat menyenangkan," ujar Girgal tertawa kecil. "Monster..." "Hahahahaha, sial darahnya bersimbah di baju kesayanganmu Boby. Ayo berdiri cepat dan pergi dari sini,"
1.7K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as senjata sadewa
Read
+Library
Sang Pewaris

Sang Pewaris

Gadis itu pun mulai memasang busur dan membidik sasaran tembak yang dibuat dari beberapa lembar triplek persegi yang di cat berwarna warni, lalu di letakkan pada sebuah rel yang bergerak terus ke samping. “Biar ku coba,” Bagas menawarkan diri, tapi Alea bergeming. Pria penjaga stand itu menawarkan satu senjata lagi pada Bagas, yang langsung di terimanya. “Kali ini aku akan berhasil,” ucap Bagas percaya diri “Kalau gitu, kita lomba ..., siapa yang berhasil duluan!” tantang gadis itu pada Bagas. Pria itu mengangguk, lalu dengan semangat mulai fokus pada sasarannya. Hal yang sama di lakukan oleh Alea.
9.643.2K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as senjata sadewa
Read
+Library
Sang Pewaris

Sang Pewaris

Imbuhnya. “Selain itu. Aku juga sudah membuat janji lainnya yang jauh lebih besar bertahun-tahu lalu.” pungkas Wira. Wira merentangkan tangan kanannya, dari udara hampa muncul sebilah Katana -pedang lengkung khas Jepang- bersarung eboni mengkilat dengan bebat di gagang berwarna sama, dalam genggamannya. “Jadi sudah barang tentu, aku tidak akan mengingkari begitu saja.” Wira memindahtangankan pedangnya ke kiri, lalu dihunusnya keluar serangka.
9.936.0K viewsOngoingAdded to Library 970 Times as senjata sadewa
Read
+Library
Dendam Jendral Dewa Tertinggi

Dendam Jendral Dewa Tertinggi

Lebah-lebah ganas seukuran kepalan tangan orang dewasa kemudian berjatuhan di sekitarnya. Tanpa tahu Bima Bayukana sedang memperhatikannya, Arkadewi menebas para lebah dengan serius. Dalam keadaan bahaya ini beberapa pendekar telah terbunuh karena serangan sengat mematikan. Dan dari pepohonan di sekeliling mereka kembali terdengar gemuruh. "Seni Tenaga Dalam ...." Saktika Senjani yang tadinya hanya bertahan untuk dirinya sendiri tiba-tiba melompat ke udara. "Tebasan Seribu Belahan!" serunya.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as senjata sadewa
Read
+Library
Dewa Beladiri Pengguncang Langit

Dewa Beladiri Pengguncang Langit

Bagaimana mungkin Yi Chen tidak bersemangat? Ia berjalan ke tengah halaman, di sana berdiri sebatang pohon willow setebal pinggang orang dewasa. Sudut bibir Yi Chen terangkat. Ia pun langsung mengerahkan jurus itu, tinju yang disertai suara angin menerjang menghantam batang pohon. Seketika terdengar suara krek-krek, dan pohon willow itu patah berkeping-keping sebelum roboh ke tanah. “Kalau begitu, kita sebut saja Pukulan Pemecah Angin.”
594 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as senjata sadewa
Read
+Library
Ksatria Katana Kembar

Ksatria Katana Kembar

Dodi pun akhirnya maju dan kini berdiri di hadapan mereka. “D183, aku yakin kamu bisa menghadapi mereka. Selesaikan tugasmu dan tunjukkan bahwa ajudanku bukanlah orang biasa,” ujar Dwi Toro sambil memandang punggung pemuda itu. “Apakah diizinkan menggunakan senjata” Dodi balik bertanya tanpa menjawab ucapan Dwi Toro.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as senjata sadewa
Read
+Library
Pembalasan Istri yang Kehilangan

Pembalasan Istri yang Kehilangan

Meskipun tidak sampai mendidih. Sesuatu tiba-tiba terlempar ke arahnya. Senna mengarahkan pandangannya pada benda itu. "Gunakan itu!" Suara dingin memasuki gendang telinganya. Dia mengangkat kepalanya menatap pria yang memiliki ekspresi tajam. "Apa ini racun untuk membuat kulitku semakin buruk?" ucap Senna dengan curiga. "Apa seseorang akan memberikan racun secara terang-terangan?" Evander menanggapi dengan ekspresi tidak menyenangkan.
105.6K viewsCompletedAdded to Library 151 Times as senjata sadewa
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status