Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SENTUHAN HARAM SUAMIKU

SENTUHAN HARAM SUAMIKU

Sentuhan Haram Suamiku Extra part "Bagaimana para saksi? Sah?" "Sah." Riuh terdengar kata 'sah' dari semua orang yang berada di ruangan besar bercat nuansa putih tersebut. Di depan sana, Mas Fajar terlihat masih gagah dan tampan dengan balutan jas hitam senada dengan celana yang dikenakan. Tangannya terlihat berkali-kali mengusap sudut matanya yang mulai basah. Ketegangan yang tadi begitu tergambar jelas dari wajahnya, kini berangsur hilang berganti kelegaan dan keharuan.
1061.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai sentai taboo
Baca
+Pustaka
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

"Dia pikir kita kuman?" "Bagi mereka, kita memang hama, Yang Mulia," kataku dingin, tanganku mencengkeram tablet kristal yang kini menampilkan peringatan ERROR: ACCESS DENIED. "Itu Unit Sentinel Tipe-4. Penjaga Fasilitas. Dia kebal terhadap api biasa." Sebelum aku selesai bicara, Sentinel itu mengangkat salah satu kaki depannya. Ujung kakinya terbuka, menampakkan laras meriam energi kecil.
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 533 kali sebagai sentai taboo
Baca
+Pustaka
Sentuhan Terlarang Dosen Killer

Sentuhan Terlarang Dosen Killer

Sanksinya pun tidak main-main, pencabutan izin mengajar, skorsing, hingga pemberhentian permanen. “Kalau Pak Garda setuju nggak dengan aturan itu?” Vivian menatapnya dengan ekspresi yang setengah main-main, setengah ingin tahu. “Maksudku, kita semua orang dewasa. Masa perasaan juga harus diatur institusi?” Tatapan wanita itu tajam, senyumnya tipis, tipe menggoda yang dibungkus diskusi intelektual. Tapi Garda hanya mengangkat alis sedikit.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai sentai taboo
Baca
+Pustaka
TABIB CANTIK MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN

TABIB CANTIK MASA DEPAN KESAYANGAN PANGERAN

"Ini tentang tabib sakti dari langit." "Tabib sakti?!" Axel mengangguk. "Ini mengenai tabib sakti dari langit. Saran hamba, keberadaanya untuk sementara dirahasiakan. Jangan sampai berita mengenai tabib sakti dari langit tersebar kemana-mana," ucap Axel. "Aku khawatir, keselamatannya akan terancam. Pisceso terdiam, mencerna ucapan Axel ada benarnya juga.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai sentai taboo
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Ia takut bukan pada Embun, melainkan pada apa yang mungkin akan ia dengar jika pertanyaan itu benar-benar terucap. Pak Seno akhirnya memecah keheningan. “Malam ini kita adakan selamatan kecil,” katanya dengan suara rendah namun tegas. “Bukan ritual besar. Hanya doa dan sesajen sederhana. Kita minta izin.” “Izin… untuk apa, Pak?” tanya Bulan pelan. Pak Seno menatap satu per satu wajah di hadapannya. “Untuk membuka yang tertutup. Dan menutup yang sudah terlanjur terbuka.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai sentai taboo
Baca
+Pustaka
SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR

SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR

Rasa takut, cemas, gugup, dan salah tingkah beradu menjadi satu. “Tubuhmu ini… semuanya adalah milikku. Bibirmu, hidungmu, matamu, semuanya adalah milikku, Lisa. Hanya aku saja yang boleh menyentuh dan merasakan kenikmatannya. Hanya aku… Arseno Xavior, yang bisa mencapai titik klimaks menikmati setiap sentuhan dari tubuhmu,” lontar Arseno terdengar menggertak.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai sentai taboo
Baca
+Pustaka
SENJA DI BALIK RAHASIA

SENJA DI BALIK RAHASIA

Tajam. Seolah akhirnya… mengerti sesuatu. Makhluk di belakangnya tertawa pelan. “Kamu baru sadar, ya?” Alya menatap kartu itu. Lalu berbisik— “Kalau aku pilih satu… yang lain hilang.” Sosok kecil mengangguk. “Kalau aku nggak pilih…” “Semuanya hilang.” Alya menutup matanya. Sekejap.
414 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai sentai taboo
Baca
+Pustaka
Sentuhan Hangat Tuan Muda

Sentuhan Hangat Tuan Muda

"Aku tidak mau nanti malam kalau aku sudah tidur lelap, Tuan menyentuh tubuhku." Chen Fu tertawa hingga badannya tergunjang. "Ternyata kamu lucu juga ya. Takut dengan pria yang kakinya lumpuh. Mana mungkin aku bisa menyentuhmu. Kalaupun aku bisa menyentuhmu kamu juga bisa menendang atau memukulku. Kan kakiku tidak bisa digerakkan."
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai sentai taboo
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Seorang pria bertubuh besar dengan suara berat bertanya, "Apa dia tahu tentang kita?" "Dia sudah menerima pesan peringatan kita," jawab wanita itu. "Tapi dia belum tahu siapa kita sebenarnya." "Bagus," ujar pria itu. "Lanjutkan ke fase 2. Kompetisi Tabib Legenda akan menjadi ajang yang sempurna untuk mengujinya lebih jauh." "Ada satu masalah lagi," lanjut wanita itu. "Sean, wnak kaya raya manja itu, mencoba ikut campur. Dia punya dendam pribadi dengan Bima. Kalau dia mengacaukan rencana kita-"
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai sentai taboo
Baca
+Pustaka
Forbidden Feeling

Forbidden Feeling

Tania P.O.V. Matahari pertama di tahun baru. Cukup hangat mengingat semalam langit menumpahkan segala isinya seakan tidak mengizinkan manusia untuk merayakan malam pergantian tahun. Aku cukup setuju untuk tidak merayakan malam pergantian tahun dengan menyalakan berbagai jenis bunga api. But, ok, aku setuju dengan acara peniupan terompet, setidaknya itu hanya membuat sedikit pencemaran suara, tidak seperti bunga ataupun kembang api. Itu bukan hanya membuat pencemaran suara, tetapi juga pencemaran udara. Oh ayolah, kita tidak akan membahas soal pencemaran lingkungan terus, bukan?
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai sentai taboo
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status