Melawan Suami dan Mertua
Pak Kosim seakan tahu dengan isi kepalaku, hingga lelaki tersebut membukakan pitu kamar mandi yang terbuat dari kayu berpelitur.
Mataku lagi-lagi takjub. Kamar mandinya ternyata lumayan luas. Ada wastafel dan cermin di depannya yang lumayan besar. Kemudian tak lupa sebuah toilet duduk, serta bertengger di samping toilet tersebut sebuah ruang bersekat kaca untuk bilik mandi. Gila, ya! Aku bakal tinggal di sini? Serius?
Lepas melihat ke arah mandi, aku lantas berjalan ke tengah ruangan, mendatangi Pak Kosim dan dr. Vadi yang terlihat sedang berbincang pelan.
Bab Populer