Ibu Kost yang menggoda
“Tanpa takut, kau tidak punya batas. Dan tanpa batas, kau hancur.”
Ravika mau jawab, tapi tanah bergemuruh. Dari celah-celah retak muncul bayangan-bayangan kecil, bentuknya seperti Ravika versi mini, tapi abstrak—badan dari asap, wajah dari cahaya.
“Mereka itu apa?” Ravika ngeri setengah mati tapi sok cool.
Anak itu berkata tenang.
“Fragmen lain. Bagian yang ikut terkubur bersamaku.”