Rimba Memburu Senala
Elang gagah itu pun mengangkasa disela Mamak Jambul yang berkata, “Titip salam buat Calistung, Jingan.”
Jingan sekali tubuhnya berputar-putar di atas Mamak Jambul dan Senala juga si Manis sebelum hilang di balik awan biru yang menaungi Hutan Belubuk.
---
Hutan Belubuk seperti hidup di pagi itu. Udara segar berembus di antara pepohonan, membawa serta aroma dedaunan basah yang khas. Suara burung dan serangga menciptakan orkestra alam, tetapi di tengah harmoni itu, suasana terasa janggal. Keberadaan Jingan yang barusan pergi mengabarkan kedatangan lima pendekar membayangi setiap langkah Mamak Jambul dan muridnya, Senala. Bahkan si Manis, monyet kecil kesayangan Senala, sesekali mencicit cemas.
Hot Chapters