LEBIH BAIK KITA BERPISAH
Aku tak mampu memalingkan wajah, melainkan terus memandangi bibirnya yang selama ini selalu mampu membuatku ikutn tersenyum.
"Senja Langit Jingga, aku mencintaimu, dan saat ini meminta izin untuk menyentuhmu. Bolehkah?"
Aku menganggukkan kepala perlahan, sementara mata kami masih saling mengunci. Seperti inikah rasanya? Seperti inikah indahnya saat disentuh seseorang yang halal bagimu? Tidak ada dosa yang membayangi. Semua berjalan dengan seharusnya, tenang, syahdu dan… menggebu.