Hantu Vila
"Kau pantasnya jadi demit, Sarminah. Kan keturunan demit, ya. Wajah kok jelek banget.”
Begitu cacian yang sudah biasa didengar Sarminah. Ada kalanya ia putus asa dan mengubur impiannya itu. Tapi, Sarminah selalu kembali pada tekadnya. Ia yakin pasti bisa mengikuti jejak ibunya. Hingga pada suatu malam, sepulang memijat pelangganya, ia mampir ke sebuah pertunjukan ronggeng.
Pertunjukan itu dipadati penonton. Sarminah sampai harus naik ke pohon duku agar bisa melihat para penari ronggeng. Setelah beberapa menit di atas pohon, ia merasa pegal kemudian turun.