Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Suara yang Tidak Ditulis Di tengah riuhnya kota yang kini hidup dari kalimat dan kehendak bersama, satu suara mulai menggema. Bukan dari pena. Bukan dari tokoh. Bahkan bukan dari pembaca yang selama ini diam. Tapi dari sesuatu yang lebih dalam suara yang tak pernah ditulis karena selalu dibatalkan sebelum menjadi kata. Suara itu pertama kali terdengar di sela-sela antara detik dan desahan angin. Seperti bisikan yang hanya bisa didengar oleh mereka yang pernah mempertanyakan arti keberadaannya.
2.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 81 Beses bilang suara bersin dalam tulisan
Read
+Library
Serendipity in Magnanimous

Serendipity in Magnanimous

Segitu nista kah dirinya? "Kenapa lo bersin-bersin? Sakit? Kebanyakan aneh-aneh sih lo! Tahu rasa kan mampus noh," Buat topik tentang dia! Tristan ingat itu. Titan masih bersin-bersin dengan hidung memerah dan mata berair. Tak mendapat jawaban dan terlihat sedikit khawatir mengira Titan sakit beneran, Tristan pun mengingat saran lain dari Bams tadi.
106.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 197 Beses bilang suara bersin dalam tulisan
Read
+Library
Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal

Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal

Dia merentangkan tangannya lebar-lebar, merelaksasi diri dengan menghirup udara laut dalam-dalam. Tak sengaja sudut matanya menangkap Reinner yang sedang menuliskan sesuati di pasir. Tulisan itu dibingkai dengan hati. Tak jauh dari sana Reinner tampak menuliskan sesuatu di pasir, lalu membingkainya dengan gambar hati. Penasaran, Maureen mendekat bertepatan dengan ombak menyapu jejak tulisan yang belum sempat dia lihat.
105.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 148 Beses bilang suara bersin dalam tulisan
Ipakita ang mga Review (45)
Read
+Library
Miss Eka
Dear Good Readers, Ada perubahan di bab 1-3, dan sedang pengajuan review. Saya berusaha menyajikan yang terbaik dengan revisi di beberapa bagian. Mohon maaf atas ketidak nyamanannya. Saya akan info secara berkala. Terima kasih sudah membaca. Mohon dukungan dan doanya... Sby, 24 Juli 2025 ...EYN...
El GeiysyaTin
ceritanya bagus, awalnya kerasa kepanasan aku, tapi selanjutnya cukup menegangkan wkwkwkwk. rekomendasi banget buat yang suka genre young adult. Semangat terus nulisnya dan jangan lupa bikin kekacauan lainnya! haha
Basahin ang Lahat ng Review
Pernikahan Kedua dengan sang Mantan

Pernikahan Kedua dengan sang Mantan

Kedua matanya pasti terpejam ketika Darren menghabiskan waktu sekian menit hanya dengan satu kali ciuman. Sedikit dorongan Audi lakukan ketika merasa pasokan udara di paru-parunya menipis. "Sepanjang sore tadi aku bersin terus," ucap Darren setelah melembabkan bibirnya usai mereka berciuman. "Kamu sakit?" Tiba-tiba Audi khawatir. "Tidak. Aku tidak sakit, hidungku saja yang gatal. Nah, Zain bilang kalau kita bersin-bersin terus, tetapi bukan karena sakit itu tandanya kalau sedang ada yang membicarakan diri kita."
1026.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 601 Beses bilang suara bersin dalam tulisan
Read
+Library
Dibayar Satu Miliar

Dibayar Satu Miliar

Astaga, pake acara mau bersin segala lagi. Kenapa di waktu yang tidak tepat. Tidak ingin ketahuan sedang menguping pembicaraan mereka, terpaksa aku menjauh takut suara bersinku terdengar. Merasa cukup jauh karena sudah berada di ruang tengah, setengah wajah yang sengaja kututup dengan satu tangan akhirnya dapat kulepaskan. Namun rasa gatal ingin bersinnya malah hilang.
9.9249.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 9.7K Beses bilang suara bersin dalam tulisan
Read
+Library
Game Begin

Game Begin

Dia hanya menggerakkan bahunya sebagai tanda tidak tau, setelah itu dia terlihat mengambil sebuah kertas diatas meja yang dekat dengan posisinya duduk diatas kasur saat itu dan mulai menulis sesuatu. "Jadi dia nulis apa?" pikiranku saat membacanya dari kejauhan, terlihat dia menulis menggunakan huruf sambung. "Apa?" bisikku karena tidak paham membaca huruf sambung. "Pintunya, pintunya lupa aku kunci." Jelasnya agak sedikit kencang tapi tidak sampai seperti suara normal. Sepertinya aku dan Srya hanya harus menunggunya pergi tanpa harus mengeluarkan suara apapun di dalam ruangan ini.
106.1K viewsOn holdIdinagdag sa Library 218 Beses bilang suara bersin dalam tulisan
Read
+Library
FREL.

FREL.

Lalu Bu Sari memperlihatkan senyum malaikatnya dan sedetik kemudian ia berteriak, "TUNGGU APALAGI? SIAPKAN KERTAS KOSONG DAN ALAT TULIS KALIAN. SEKARANG!" Suara Bu Sari sangat mengerikan. Teriakannya memekakkan telinga. Kami yang mendengarnya akhirnya secepat kilat berlomba-lomba mengeluarkan apa aja yang diminta Bu Sari. Tanpa ada perlawanan sedikit pun. *** "Udin, kamu menyontek?" tanya Bu Sari. "Bukan, Bu," jawab Udin, polos. "Lalu itu apa?" lanjut Bu Sari sambil bersedekap di depan papan tulis.
9.426.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 686 Beses bilang suara bersin dalam tulisan
Ipakita ang mga Review (46)
Read
+Library
Pengelana Tersesat
Ceritanya seru, tapi sekedar saran, perlu koreksi cara promosi. Lebih halus dan sopan ke Author. Takutnya promo kaya biasanya bakal bikin masalah di masa depan. Tapi, klo mau lanjut juga silakan. Saya yang tersesat hanya mengingatkan agar hanya saya seorang yang tersesat
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Basahin ang Lahat ng Review
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

— Suatu siang, Rafa melihat sesuatu yang membuatnya benar-benar berhenti. Di papan Sudut Napas, ada tulisan baru. Bukan tulisannya. Bukan juga tulisan yang ia kenal. Tulisan tangan yang berbeda. Kalimatnya sederhana: “Aku ke sini bukan karena aku rusak, tapi karena aku mau istirahat.” Rafa berdiri cukup lama di depan papan itu. Membaca kalimat itu berulang kali. Lalu tersenyum pelan.
1.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 41 Beses bilang suara bersin dalam tulisan
Read
+Library
Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Taaruf dengan Anak Wanita Malam

“Betul, dok,” Selina mengangguk. “Coba ceritakan apa yang Mbak alami? Semisal apa Mbak kesulitan tidur? Atau Mbak merasa mendengar semacam bisikan yang tak didengar orang lain? Atau Mbak melihat sesuatu seperti mengalami halusinasi? Ceritakan semuanya!”
1014.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 366 Beses bilang suara bersin dalam tulisan
Read
+Library
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

Hanya satu lirikan tenang, seolah Kael hanyalah catatan pinggir yang bisa diputuskan apakah layak disertakan atau dibuang. --- Suara yang Menggores Ketika ia berbicara, suaranya bukan suara biasa. Bukan gema, bukan raungan, tapi bunyi goresan pena di kertas. Setiap kata terdengar seperti tinta yang menetes, garis yang memanjang. > “Kalian… hanyalah huruf-huruf. Aku adalah kalimat.” Langit terbelah, huruf-huruf liar yang berhamburan dari para penulis bayangan runtuh ke tanah, membeku, patah jadi debu.
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 44 Beses bilang suara bersin dalam tulisan
Read
+Library
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status