Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BAYANGAN PENASEHAT AGUNG

BAYANGAN PENASEHAT AGUNG

Kami hanya berhenti berbohong tentang harga dari setiap pilihan. Surat itu dikirim tanpa nama pengirim. Tanpa cap resmi. Jika ditolak, tak apa. Jika disalahpahami, itu risiko. --- Beberapa minggu kemudian, kabar datang: wilayah selatan tidak meniru apa pun. Mereka hanya menambahkan satu kebiasaan kecil—setiap keputusan besar harus disertai catatan tentang apa yang mungkin mereka sesali nanti.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Istri Keduanya

Istri Keduanya

~ POV Camila ~ “Selamat siang, Bu. Kami melakukan riset tentang Coopers sesuai permintaan Anda dan menemukan beberapa informasi menarik tentang mereka. Dan temuan kami mengejutkan. Saya telah menyusun semuanya menjadi email yang akan dikirimkan kepada Anda, termasuk klip dan informasinya. Sesuai kecurigaan Anda, ada lebih dari ini daripada yang terlihat. Senang berbisnis dengan Anda.”
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Makin Tua Makin Cinta

Makin Tua Makin Cinta

Persetan dengan berapa kopi yang Hana tuangkan ke dalam gelas. “Emang gue peduli mau berapa sendok kopi, berapa sendok gula? Emang gue peduli mau rata sendok atau enggak?? Emang gue peduli mau berapa kali ngaduk? Emang gue peduli mau searah putaran jam atau putaran bumi?! Denger ya bos anj1nggg!!! Gue nggak peduli. HUHHH…. MAKAN TUH KOPI!! NAMANYA KOPI YA TETAP KOPI.”
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Magang Di Pelukan CEO

Magang Di Pelukan CEO

“Gue… kelihatan kayak bocah SMA nembak kakak kelas ya?” Di meja Aurelie Reza lewat membawa kopi, mampir sambil ngelirik laptop Aurelie yang layar Word-nya kosong melompong. “Rel, lo nulis surat resign?” tanya Reza iseng. Aurelie langsung merapatin laptopnya. “Enggak!” sahutnya cepat, terlalu cepat sampai membuat Reza curiga. Reza mendekatkan wajahnya lalu berbisik, “Kenapa lo kayak abis nelen sedotan stainless semalem?”
1040.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Dimas membuka laci terlarang—berisi biji kopi paling emosional yang pernah mereka simpan: Rasa Cinta yang Tak Pernah Diucapkan Rasa Penyesalan Pertama Rasa Tertawa Saat Sendiri Rasa Ditolak Tapi Masih Sayang Toyo mulai menyeduh campuran ‘Rasa Gugup Pertama Kali Pegang Tangan’. Randi meracik ‘Kopi Patah Hati Tapi Masih Sayang’. Dimas menyeduh sendiri ‘Espresso Perpisahan yang Tidak Sempat’. ---
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Ia memutar kuncinya pelan — ternyata terbuka dengan mudah, seolah kotak itu memang menunggu untuk dibuka hari itu. Di dalamnya, ada tumpukan surat. Semua ditulis dengan tangan yang sama — tulisan miring, rapi, lembut. Tinta di beberapa kertas sudah pudar, tapi masih bisa terbaca. Surat pertama ditujukan pada seseorang bernama “Dimas.” Surat kedua tanpa nama. Dan surat ketiga hanya berisi satu kalimat: > Jika ada yang menemukan ini, tolong jaga kata-kata kami agar tidak hilang. Karena cinta hanya benar-benar mati ketika tak lagi diingat.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

Melihatku membawa koper, Steven berkata dengan keras dan dingin, "Postingan Bianca itu cuma bercanda, apa kamu harus berlebihan begini?" Mata Bianca memerah, dia meminta maaf padaku dengan penuh kepura-puraan, "Hagia, aku nggak tahu kamu akan benar-benar cemburu. Kalau aku tahu, aku nggak akan datang hari ini dan membuatmu marah." Aku menatap Steven dengan tenang, suaraku datar saat berkata, "Surat cerai ada di meja rias. Sampai jumpa besok pagi di Kantor Urusan Sipil."
10.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Pak Kades, Nikah, Yuk!

Pak Kades, Nikah, Yuk!

Pergelangan kakinya langsung berdenyut pelan, membuat wajahnya sedikit meringis. “Surat?” Kertas itu bagian luarnya polos, bahakan nama pengirim dan penerima saja tak tercantum. Hanya amplop putih biasa. Namun, dada Eca tiba-tiba terasa tidak enak, entah ada apa? Perlahan ia membuka perekat amplop itu. Di dalamnya terdapat beberapa lembar kertas. Lembar pertama menggunakan kop resmi. Logo Pemerintah Desa Mekarluyu tercetak jelas di bagian atas.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Miliarder Dingin Jatuh Cinta

Miliarder Dingin Jatuh Cinta

Setelah mengatakan itu, ia buru-buru membuka pintu dan keluar dari ruangan sebelum Yusuf benar-benar membuatnya kehilangan kesuksesannya. *** Ting. Ponsel Citra bergetar pelan. Ia segera meraihnya dan melihat nama pengirim yang tertera di layar. Yusuf: Kopi. Citra langsung mengembuskan napas panjang. "Kopi? Minimal kalau nyuruh yang sopan dikit, kek. 'Citra, tolong bikinin kopi,' gitu. Masa cuma 'kopi'," gerutunya pelan. "Emang aku ini kopi apa?"
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

Dia memilih tulisan, "Apa persamaan kopi dan kamu? Sama-sama bikin jantungku deg-degan" "Kan aku yang mau difoto, jadi aku dong yang milih. Sudah, kamu berdiri saja di situ ya, aku pasang kamera di tripod dan nyetel timer dulu ya," tegas Andre, tidak mau menerima penolakan. "Harusnya ada kata bikin gemes juga...," gumam Andre tidak jelas. Aku pura-pura tidak mendengarnya.
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai surat kopi
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Teha
sekadar info: standar penguncian bab di GN sekarang dipukul rata 14 koin, bila jumkat dlm bab di bawah 1400 kata, ya. 1000 kata pun ttp byr 14 koin. namun utk novel ini sendiri, koin/bab bs lebih besar dikarenakan jumlah kata yg lebih banyak, jd sebenarnya pembaca mdpt harga lama 1 koin/100 kata.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status