Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Love of My Life

Love of My Life

Kebodohan memang tidak mengenal status bukan? "Kopi saya masih sama seperti dulu ya, OG yang namanya nyontek nama beras. Hitam pekat tanpa pemanis buatan. Jangan seperti waktu dulu. Kamu mencampurkan garam alih-alih gula." Sebuah suara bariton menyapa pendengarannya. Denver Delacroix Bimantara. Sepertinya Denver telah mengenalinya dan mengikuti hingga ke pantry ini. Kepalang basah, nyebur aja sekalian.
9.921.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 604 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Bayi Kembar Pengacara Dingin

Ibu Susu Bayi Kembar Pengacara Dingin

Tidak ada sedikit pun kelembutan. "Letakkan kopinya!" perintah Barra. Tangan Yasmin makin bergetar. Cangkir di nampannya oleng. Dalam hitungan detik, kopi itu tumpah. Tumpah ke atas dokumen yang dipegang oleh Bahtiar. Seketika ruangan terasa hening. Barra diam. Bahtiar membeku. Yasmin merasakan tubuhnya mati rasa. Dia hanya bisa menatap noda kopi yang melebar di atas kertas-kertas itu, bercampur dengan beberapa coretan tangan yang kini tidak terbaca lagi.
1038.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Surga yang Kupertahankan

Surga yang Kupertahankan

suara bik Imah di luar menyadarkanku. Aku buka pintu dan menemukan wanita paruh baya itu menggenggam sebuah amplop warna cokelat ditangannya. “Apa itu Bik?” tanyaku heran. “Ini Bu, tadi ada orang suruh saya kasih ini ke non Mala,” jelasnya sambil menyodorkan amplop cokelat di hadapanku. Aku meraihnya dan mengucapkan terima kasih pada asisten rumah tanggaku itu.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Di balik Kematian Adikku

Di balik Kematian Adikku

Emosi dia melihat kelakuan Karto, tua-tua keladi, makin tua makin tak tahu diri. "Baik! Aku hanya akan berkata padamu, mulai detik ini kau tidak berhak lagi atas kebun kopi, karena sekarang kebun kopi itu milikku!" Karto melempar gulungan kertas dari tangannya ke meja. "Apa katamu?!" Mata Kaji Hasan melebar. Dengan cepat, lelaki berambut putih itu menyambar gulungan kertas dan membacanya. Itu adalah salinan fotocopy sertifikat tanah.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!

Bos Besar Alergi Wanita Lain Selain Aku!

Kertas-kertas di dalamnya terasa kaku dan formal di genggamannya. Zea membalik lembaran paling depan. Matanya yang jernih menangkap KOP surat resmi yang sangat familiar di bagian atas, berdampingan dengan stempel bermerek perusahaan ayahnya. Napas Zea tertahan tipis saat membaca judul besar yang tertera di sana. Tangannya bergetar perlahan, membalik lembar demi lembar dengan raut wajah yang kian mendingin. "Dokumen... apa ini?"
10520 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai

Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai

Ingatan yang selama ini terkubur mendadak menyeruak, menghantam kesadarannya tanpa ampun. Hari itu, di ruang kerja. Aku menyerahkan selembar berkas padanya, menyebutnya hanya sebagai formulir pemeriksaan kesehatan. Dia bahkan tidak menaruh curiga. Dengan santai, dia mengangkat pena dan menandatangani tanpa bertanya lebih jauh. Kini, semuanya terkuak. Itu… sama sekali bukan formulir pemeriksaan kesehatan.
34.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

FOTO PETANI-PETANI KOPI ASLI Nama, umur, dan daerah mereka tertulis jelas. “Kami akan bekerja sama langsung dengan petani kopi lokal. Tidak lewat tengkulak. Tidak lewat perantara.” Nyonya Rukmini tampak kehilangan senyum. Pak Surya meneteskan air mata kecil, dia seperti melihat Aksa semakin mirip sang ayah. Dita maju sedikit dan menambahkan dengan suara pelan namun tegas,
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Suami di Atas Kertas

Suami di Atas Kertas

ucap Hanna. Bagus mengernyit. Pada akhirnya meraih kertas tersebut karena penasaran. Begitu dibuka, Bagus membaca isinya dengan saksama. Baru membaca judul besarnya saja, sudah membuat Bagus membulatkan kedua mata. Berjudul “Surat Perjanjian Pernikahan Kontrak.”
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
HANYA SUAMI DI ATAS KERTAS

HANYA SUAMI DI ATAS KERTAS

Hanya memakai daster kelonggaran saja tidak juga mengurangi kecantikan mantan pacar masa sekolah kami dulu. "Mas, dijawab. Buatin kopi ya?" Tanya Siska sekali lagi. Aku hanya bisa mengangguk tanda setuju. Mata ini juga sudah sangat berat dan membutuhkan istirahat. Mungkin dengan meminum secangkir kopi bisa membuat mata ini jadi segar kembali. Diluar hujan belum juga berhenti. Aku merasa kasihan melihat Siska hidup seperti ini. Pasti dia sangat kesepian tanpa kawan untuk mengobrol.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Tertawan Cinta Bodyguard Tampan

Tertawan Cinta Bodyguard Tampan

Ia masuk ke dalam mobil membawa kopi pemberian Dion yang baru dinikmati saat berada di kursi penumpang. “Hhm ... hazelnut. Mas Dion minum kopi kayak gini? Bukannya Venus bisa alergi kalau kena ini. uhh ...” Rei bergumam penuh tanda tanya lalu menyesap kopi tersebut tanpa masalah meski ia tidak begitu menyukai kopi dengan tambahan perisa hazelnut seperti itu. Mata Rei lalu membaca pesan yang tertulis di gelas kopi yang tengah ia pegang. Biasanya barista akan menuliskan pesan berupa nama pembeli kopi namun kini yang dibaca Rei adalah pesan yang cukup aneh.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai surat kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status