Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suami Janda Paling Setia

Suami Janda Paling Setia

tawarku. "Nggak, kopi lo beracun," balasnya yang dengan sangat jutek. Jawaban Miko membuat aku geram, rupanya ia begitu pandai membalas ku. Aku menarik nafas dalam, semoga selalu diberi kesabaran. "Eh, iya, sertifikat lo! Bentar gue ambil dulu!" Aku beranjak dari duduk mengambil surat-surat yang terbungkus plastik hitam tadi.
105.7K viewsCompletedAdded to Library 119 Times as surat kopi
Read
+Library
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

"Ketenangan adalah teman terbaik bagi seorang penulis... Menulislah untukku." Ruby membacakan ulang isi surat itu di dalam hatinya. Gaya bahasanya, pilihan katanya, semuanya sangat identik dengan gaya penulisan Kopi di kolom komentar. Tapi, pertanyaan terbesar yang kini membuat perut Ruby mual karena panik adalah: Dari mana Kopi tahu identitas aslinya?
1013.7K viewsOngoingAdded to Library 273 Times as surat kopi
Read
+Library
Kupu-kupu Kertas

Kupu-kupu Kertas

Surat Kabar Keesokan paginya Fernandez mengumpat, “Sial.” Ia memandang Axton yang tengah memegang koran—atau surat kabar—yang digulung. Ia tidak percaya bahwa ia akan ikut serta ke dalam rencana akal bulus Axton demi menyembunyikan Milly dari Elena. “Ini akan berhasil. Percaya padaku.” Axton menepuk sekilas pundak Fernandez, sementara Fernandez mulai mengetuk pintu apartemen sederhana Elena.
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 398 Times as surat kopi
Read
+Library
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

“Eh? Mau ke mana mbak? Kopinya pak Sagara bagaimana?” “Biar saja. Kalau orangnya telepon lagi, bilang saja saya pergi belanja dulu,” jawab Anita lalu pergi tanpa berkata apa-apa lagi. Bu Ida jadi bingung sendiri merasakan keadaan ini. *** Anita pergi ke sebuah toko sembako yang tak jauh dari kantor. Di sana ia membeli beberapa jenis kopi, mulai dari kopi Mocca, kopi Cappucino, Kopi Luwak, Kopi Gula Aren, Kopi Gajah dan Kopi Ekspresso. Tak lupa juga Anita membeli sebungkus racun tikus.
107.6K viewsOngoingAdded to Library 226 Times as surat kopi
Read
+Library
Clover Beside You (INDONESIA)

Clover Beside You (INDONESIA)

Lamun Khika ngawur. Berulang kali Khika pandangi lagi surat-surat itu, semakin dibaca Khika semakin menemukan sebuah keganjilan baru. Karena semua surat ini ditulis dengan awalan yang sama. Hai Khika, lalu nama panjanganya, kata-kata mungkin lo nggak kenal gue dan gue temennya bang Ardy. Dan kata-kata pamungkas seperti; udah lama gue selalu merhatiin lo. Itu kata-kata yang secara acak selalu ada di bagian atas surat Kenta. Seolah semua surat ini adalah surat pertamanya, apa karena dia tau surat ini belum nyampe ke Khika? Jadi dia berusaha bikin surat sapaan berulang kali.
1012.2K viewsOngoingAdded to Library 364 Times as surat kopi
Read
+Library
Nayla's 18th Year

Nayla's 18th Year

tanya Nikita, bingung "Hmm... Tanya ke pos satpam dulu aja kali ya", jawab Nayla. "Oke deeh, yuk!" Nayla dan Nikita pun menanyakan perihal lamaran tersebut kepada Pak Satpam, disana Nayla menunjukkan gambar yang dikirim oleh Teh Isma, Nayla sendiri sebenarnya belum mengerti perihal lowongan tersebut, disana tertulis lowongan untuk guru dan staf administrasi, tapi Nayla bingung lowongan tersebut sebenarnya akan ditujukan di tempat mana, di gambar yang dikirimkan Teh Isma sih bentuk lokernya itu kaya surat gitu yang di screenshot, nah kop suratnya itu ada tulisan Smartschool USI, biasanya kan Kop surat itu menunjukkan sebuah instansi pembuat surat, kalo untuk kata USI nya sendiri Nayla paham k
2.1K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as surat kopi
Read
+Library
Ibu Susu untuk Madu Suamiku

Ibu Susu untuk Madu Suamiku

“Mas jangan menggombal pagi-pagi, nanti aku nggak konsen nuangin kopinya.” Kai tertawa, lalu ia sedikit mengendurkan pelukannya supaya Kira bisa fokus menuangkan kopi. Kira menyerahkan kopi itu pada Kai. Kai terpaksa melepas penuh pelukannya, tangannya terulur menerima cangkir kopi tersebut. Lalu Kai menyeruputnya perlahan-lahan. “Perfect,” puji Kai sambil tersenyum samar pada Kira. “Kopi ini seperti kamu. Bikin candu.”
9.350.3K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as surat kopi
Show Reviews (15)
Read
+Library
Langit
bagus banget, ngaduk2 emosi tapi kalo dilihat dari ciri khas penulis kayanya mau disakitin model apapun bakalan rujuk sih kyak 4 novel yg terdahulu, terlalu muluk sama ngelunjak ga sih kalo aku minta buat akhir cerita kira sma kai ini sad ending aja ga usah bersama. kira terlalu baik.
lullaby dreamy
demi apa ini nyakitinnya brutal bgt dr cerita² yg prnh kak ocha buat . baru baca sinopsis aja udh kpengen lambaikan tangan kearah kamera . bgtu udh baca ke 10 bab, fix lgsg kibarkan bendera putih..gak kuaatt T.T trlalu nyakitin hati bacanya, lead malenya brengsek luar biasa . nunggu tamat aja sptnya
Read All Reviews
Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

Suamiku Lupa Privasi Story WhatsApp

Mungkin, karena aku memiliki muka yang baby face. "Iya, Arya. Si Detektif ugal-ugalan," ucapku memanyunkan bibir ke kiri dan kanan. Bola mata berputar, ekspresi malas. Dia tergelak dengan gayaku saat berucap. "Kopi spesial tanpa telor datang, uhuuu." "Bikin kopi, setahun. Lama amet." "Ih, mbak komen bae, kaya netizen. Tadi bubuk kopinya abis, jadi Aku beli dulu di warung Lik Inah."
10131.3K viewsCompletedAdded to Library 4.1K Times as surat kopi
Read
+Library
Sekretaris Ceroboh Kesayangan Tuan Perfeksionis

Sekretaris Ceroboh Kesayangan Tuan Perfeksionis

Ia membuka bungkusan—isi lima cup kopi spesial dari kafe mahal lantai dasar dan sekotak donat yang biasanya hanya muncul saat ulang tahun direksi. “Siapa yang kamu racuni hari ini?” tanya Januar curiga. “Kamu. Maksudku, bantu aku sedikit aja, ya? Please? Nggak bakal ngerepotin! Cuma butuh kamu lacak satu email jahat dan kemungkinan pelakunya.” Januar menatap donat, lalu kopi, lalu Harika, lalu donat lagi. “Kopi ini latte gula aren tiga shot espresso?”
5.8K viewsCompletedAdded to Library 201 Times as surat kopi
Read
+Library
Kuasa Rahasia Suami Dadakanku

Kuasa Rahasia Suami Dadakanku

Tyo menatapnya beberapa detik, lalu berkata pelan namun menusuk, “Kalau bikin kopi?” Wajah Susan cerah seketika. “Oh, itu bisa! Aku sering ngopi kalau sedang suntuk.” Tyo menyandarkan punggung. “Bagus. Ada pekerjaan yang cocok, berarti.” Suaranya terdengar ringan, tapi entah kenapa, membuat udara seolah menegang lagi. Susan tertawa kecil. “Tapi... surat-suratku semua masih di kontrakan lama, Mas. Apa bisa kerja tanpa bawa surat lamaran?”
1052.6K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as surat kopi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status