Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TULANG SUCI NAGA ABADI

TULANG SUCI NAGA ABADI

“Keras kepala! Kalau begitu... aku turuti permintaanmu.” Shi Su mengangkat pedang pusakanya, Crisantium Timur. Bilah panjang itu bersinar putih perak, dan pada saat itu, bunga-bunga krisan bermekaran di udara. Dingin. Cantik. Tapi penuh murka. Seperti hujan musim dingin yang membekukan langit dan bumi. “Seni Pembakaran Esensi : Gugurnya Bunga Crisantium!”
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 577 kali sebagai susuk kembang kantil
Baca
+Pustaka
Talak Tiga

Talak Tiga

Nita terlihat menggelengkan kepalanya perlahan melihat kegilaanku. Tak berselang lama, Mbah Buyut kembali dengan membawa sebuah mangkok. Mbok Dukun itu mengambil foto Mas Andri dan fotoku, kemudian menaruhnya ke dalam mangkuk yang berisi 2 kembang kantil. Sebelumnya, foto tersebut diolesi dengan minyak, entah minyak apa itu. "Ini namanya minyak pelet kembang kantil," kata Mbah Buyut seakan tahu apa yang kupikirkan. "Siapa nama laki-laki ini?" tanyanya lagi.
1045.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai susuk kembang kantil
Baca
+Pustaka
Cinta Suci Kinanti
Baca
+Pustaka
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

sentak Barja. Mendadak Marini terdiam. Dia merasa heran, kenapa ‘susuk bunga kantil’nya tidak lagi manjur meluluhkan hati Barja..? 'Apakah ‘susuk’ dari Ki Suwita mempunyai masa pakai dalam jangka waktu tertentu, dan harus di perkuat lagi..?' begitu pikir Marini. Dia tidak tahu, bahwa kini tubuh Barja telah diselimuti aura aji Pedot Roso, yang membuat Barja lepas dari pengaruh ‘susuk bunga kantil’nya.
9.963.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai susuk kembang kantil
Baca
+Pustaka
Kembang Desa

Kembang Desa

Dia lalu membalas mencium pipi kiri dan kanan Susan bergantian. “Sudah terlihat jenis kelaminnya, Mini?” tanya Susan ingin tahu. “Perempuan, Bu Susan.” Lasmini tersenyum bahagia kala menyebut jenis kelamin anaknya. “Wah sudah sepasang, nih. Sekali lagi aku ucapkan selamat dan sehat terus buat Lasmini dan bayinya,” ucap Susan. Tak lama setelah mereka berbincang, Susan kemudian berlalu dari hadapan Lasmini.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai susuk kembang kantil
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

tawa Broto membuat Saras semakin ketakutan. Mereka lalu masuk ke dalam sebuah kamar besar yang ada di bagian samping ruang tamu, kamar itu tertata rapi dan juga beraroma harum sekali. Wangi bunga mawar dan bunga melati berpadu jadi satu. Tubuh mungil Saras yang baru berusia sembilan belas tahun itu, meringkuk ketakutan, tangan perkasa Broto segera memegangi tangannya dan menikmati tubuh Saras dengan nafsunya yang membara.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai susuk kembang kantil
Baca
+Pustaka
Pusaka Warisan Semut Rangrang

Pusaka Warisan Semut Rangrang

Tiba-tiba dari balik tirai ruko kelontong yang baru dibersihkan dari sisa merica, melangkah maju Mbak Yanti janda kembang yang kini pakai daster sutra tipis corak macan tutul tanpa lengan sangat melar demi lancarkan aksi PDKT ke Susiadi. Visual Mbak Yanti pagi gerah itu jadi pemandangan maut merobek saraf mata pria se-pasar. Daster sutra tipisnya basah sisa uap parfum melati menempel transparan di kulit kuning langsat, memperlihatkan jelas gundukan dada besar padat montok naik turun memburu gairah PDKT membara. Paha mulusnya semok padat tanpa cacat sengaja digesek ke paha kekar Susiadi yang bersandar di karung goni, memancar pesona janda matang menggoda iman pria sejati.
6.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai susuk kembang kantil
Baca
+Pustaka
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

Ketika aku hendak melangkahkan kaki untuk menuruni anak tangga, samar terdengar suara seorang pria berkata, “Tidak ada pilihan lain Mah, kita harus merelakannya, semoga saja Bayu bisa segera mendapatkan pengantinnya.” Aku urungkan niatku untuk pergi dari lantai dua itu ketika mendengar nama calon suamiku disebutkan, “Siapa mereka? Kenapa mereka menyebutkan nama Bayu? Apa mereka kenal dengan Mas Bayu?Apakah yang mereka maksud adalah Mas Bayu calon suamiku?.” Rasa penasaran membuatku untuk melangkah kan kaki ini menghampiri kamar yang terdengar dua orang sedang berdebat itu. Sudah dapat dipastikan suara itu terdengar dari kamar pertama sebelah kiriku.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai susuk kembang kantil
Baca
+Pustaka
Seribu Pintu Sindukala

Seribu Pintu Sindukala

Sambil terus menggenggam tangan Raesaka, Marsala mendongak ke atas, memperhatikan pintu gerbang tinggi yang di atasnya dirambati dedaunan. Setelah membayar supir dan menurunkan koper-koper, Sindukala membuka gembok gerbangnya. Ketika didorong, pintu gerbang itu tidak mengeluarkan suara berderit sama sekali, dan cukup berat. Di baliknya, jalan yang dipenuhi kerikil dan dedaunan kering sepanjang lima puluh meter menyambut mereka. Selain jajaran pohon cemara dan damar di setiap sisinya, ada berbagai jenis pohon lain yang tumbuh di sana, seperti kersen, lemon, jambu-jambuan, mangga, dewandaru, asam, sawo, nangka, dan lainnya. Sayang sekali, rerumputannya sudah terlalu rimbun dan meninggi.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai susuk kembang kantil
Baca
+Pustaka
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Pembantu tersebut menyodorkan secangkir minuman, yang disambut oleh Nyai Widuri dengan senyum miring penuh ambisi. "Bagus! Setelah minum ini dan tidur bersamaku, aku jamin seratus persen Katimo akan bertekuk lutut padaku," ujarnya dengan tertawa sumbang. Pembantu itu ikut tersenyum. "Sudah pasti, Nyai. Susuk yang Nyai pasang di organ in*tim sudah pasti akan membuat siapapun bertekuk lutut. Kalau begitu saya pamit, Nyai."
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai susuk kembang kantil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status