Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

“Dan kamu suamiku. Semuanya begitu sempurna.” “Sesempurna cinta kita, Sayang,” balas Arnold sambil mencium punggung tangan Marsha. “Oh ya, hari ini aku ada satu tempat yang pengin banget kita kunjungi.” Marsha menaikkan alis, penasaran. “Kejutan lagi?” Arnold mengangguk. “Tibidabo Hill.” “Yang ada taman bermainnya itu?” tanya Marsha, matanya berbinar.
10981 viewsCompletedAdded to Library 20 Times as tamed
Read
+Library
Bos Besar Di Balik Meja Kuliah

Bos Besar Di Balik Meja Kuliah

“WE ARE WELCOMING BABY NUMBER TWO!!” -TAMAT-
1015.1K viewsCompletedAdded to Library 347 Times as tamed
Read
+Library
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

tanya Jameka. “Taming the boss. Gue sukses meluluhkan sang bos yang satu ini,” ungkap Tito dengan bangga. Ia sudah memegang leher Jameka sembari memajukan wajah untuk mencium wanita itu, tetapi Jameka menghentikannya. “What?” protesnya. “Lo lagi flue! Entar gue bisa ketularan, ya!” “Udah gue cium berkali-kali juga kenapa baru sekarang protesnya? Tolong jangan rusak selebrasi gue, Sayangku!”
870 viewsCompletedAdded to Library 19 Times as tamed
Read
+Library
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

Tamu juga sudah banyak berdatangan ke rumah mereka, termasuk tanu-tamu yang belum Reva kenal sama sekali. Semua orang terlihat sangat asing di mata Reva, dia hanya menyaut jika di tanya dan diam saja jika tidak ada yang mengajaknya untuk mengobrol. Namun Bu Wendah memperkenalkan menantunya dengan sangat senang, bahkan wajah hebohnya selaku tercetak pada wajahnya.
16.5K viewsCompletedAdded to Library 477 Times as tamed
Read
+Library
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Aku berani karena tahu mama pasti tidak akan marah. "Heh, kamu ini. Masa Mama dibilang tak waras. Awas saja nanti. Mama jodohin sama Tuti baru tahu rasa." Ancamannya tersebut bukannya membuatku takut, tapi malah tergelak tertawa. Lucu. Selalu saja si Tuti yang jadi andalan ancamannya padaku. Tuti itu adalah karyawati Mama yang mempunyai badan cukup besar. Sudah begitu, wanita itu suka menggunakan make up tebal dan lipstik dengan warna mencolok dan parahnya ternyata dia menyukaiku. Sering menggodaku meski terlihat bercanda. Sudah sekian kali ditegur Mama tetap saja dia dengan percaya dirinya mengindahkan peringatan bosnya. Akhirnya Mama memindahkannya ke bagian dalam agar tidak bertemu dengan
1029.1K viewsCompletedAdded to Library 639 Times as tamed
Read
+Library
Dandelion (TAMAT)

Dandelion (TAMAT)

Rama berusaha membujuk pria yang sebaya dengannya itu. "Baiklah, urus selanjutnya. Aku tidak mau kalau Tania terus- terusan merajuk padaku. Dia sangat tergila- gila dengan anakmu Rama. Aku tidak tahu pelet apa yang anakmu itu tanamkan pada putri semata wayangku. Kalau tidak, maka kontrak kerja kita akan berakhir " telak Mike setengah mengancam. "Oke, aku akan mengurusnya. Aku pastika Arka akan mengajak Tania berkencan minggu depan."
1017.8K viewsCompletedAdded to Library 445 Times as tamed
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

tanyaku, berusaha tenang. Alia mengelus-elus bulu kucing milik Mamah, namanya Brodi. Kucing lucu, berbulu tebal berwarna abu-abu. "Kamu mau nyusul Puse nggak?" ucapnya, sambil menatap tajam Brodi, ia bahkan mengabaikan kepanikanku sedari tadi. Ia mengelus leher Brodi dengan sebilah pisau, yang sedari tadi ia mainkan.
1024.7K viewsCompletedAdded to Library 618 Times as tamed
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedaneelprend
tanyaku sambil menunjuk ke arah gunung di kejauhan sana. “Gunung Merapi.” Aku mengangguk-angguk. “Enak ya, suasana di sini menenangkan. Pemandangannya yang indah gini bikin kita jadi makin bersyukur.” “Iyap. Makanya kita perlu untuk keluar menikmati alam yang indah biar rasa syukur itu muncul.” sahut Mas Wira. “Bersyukur kita masih diberikan kesempatan untuk menghirup udara segar di sini. Bersyukur kita diberikan kaki yang kuat untuk menopang kita sampai ke sini. Bersyukur kita diberikan mata yang dapat memandang keindahan ciptaan Allah.”
103.9K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as tamed
Read
+Library
Shamans

Shamans

Tentu saja Tobias yang membawanya, bukan berjalan sendiri. Tobias yang terkejut, beberapa kali dengan cerobohnya menjatuhkan berbagai benda. Membuat Miss Lee geram dan mengambil alihnya sendiri. Wanita berusia senja itu mulai mengenakan baju ritualnya sambil memerintahkan Tobias menggelar karpet bertuliskan kutukan di atas meja kayu yang biasanya digunakan untuk menjamu tamu. Karpet itu akan digunakannya untuk menangkal kutukan yang sepertinya mulai menyakiti Mr. Kim. Shaman tua itu sebenarnya bukan shaman kuat, tapi kemampuannya menilai benda-benda kuno yang memiliki roh kuat sangat hebat. Jadi ia memiliki begitu banyak barang kuno yang mampu meningkatkan kemampuannya. Salah satunya karpet
103.0K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as tamed
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status