Istri Dadakan Sang Presdir
Sekar berdiri di depan cermin besar, tubuhnya tegak, jemari lentik terbuka anggun.
“Posisi tangan seperti ini… ingat, pergelangan harus lentur, jangan kaku,” ujarnya sambil memperagakan.
Anak-anak mencoba mengikuti. Ada yang terlalu kaku, ada pula yang kelewat lentur sampai hampir menjatuhkan badan. Sekar mendekat pada seorang anak lelaki yang masih kaku gerakannya.
“Coba begini,” katanya sambil meraih tangannya, mengatur posisi jemari, lalu memperlihatkan gerakan pinggul yang selaras dengan ketukan musik.
Hot Chapters