Seribu Pintu Sindukala
Bibirnya tersungging sinis.
“Kamu boleh melakukan apa pun, asal jangan sakiti dia,” pinta Sindukala—waspada—ketika Zurek berjungkuk di hadapan Marsala.
“Aku enggak akan sakiti dia,” gumam Zurek, menoleh kepada Sindukala. Ia menjentikkan jarinya, memanggil temannya supaya membuka belenggu Sindukala dan Lily. Kemudian, sambil berdiri ia berkata, “Nah, sebagai gantinya, aku ingin menonton sesuatu yang menarik.” Pupil mata Zurek membulat dan menggelap. Bekas-bekas luka, dan cekungan di pipinya semakin kentara dan berdenyut-denyut.
Hot Chapters