Pembantu Tampan Tak Kasat Mata
"Sesuai ketentuan, kamu perlu memegang ekorku agar pesanan ini dianggap sudah diterima."
"Oh, oh." Aku buru-buru memegang ekornya.
Permukaannya licin dan lembut, rasanya enak di tangan seperti mainan. Tanpa sadar, aku meremasnya pelan.
"Hm ...." Aditya langsung mengeluarkan dengusan tertahan.
Mengira aku terlalu kuat sampai membuat dia kesakitan, aku buru-buru melepaskan ekornya dan meminta maaf. "Maaf, apa aku membuatmu sakit?"