Tumbal Purnama
Namun, dalam hati kecilnya, ia tahu itu adalah kenyataan.
Bima masuk ke kamar membawa secangkir teh hangat. Wajahnya pucat, matanya menunjukkan kurang tidur. "Aku tidak bisa tidur semalaman," katanya sambil menyerahkan cangkir itu kepada Lila. "Aku merasa ada yang mengawasi kita."
Lila menggenggam cangkir itu dengan tangan gemetar. "Bima, aku rasa kita harus mencari tahu lebih banyak tentang kutukan ini. Aku tidak bisa diam saja, menunggu sesuatu yang buruk terjadi lagi."
Hot Chapters