Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Let's Play With Me

Let's Play With Me

Calvin yang masih duduk di meja makan. “Jadi bahan apa saja yang kuperlukan?” tanya Tn. Edgar, sekedar formalitas. “Kau memerlukan teh kering, serai merah, jahe, kayu manis, dan madu. Lalu kita seduh semuanya sampai mendidih,” jawab Hazel sambil mengambil semua bahan-bahan itu dari kulkas. Kemudian dia mengambil panci yang telah diisi air, meletakkannya di kompor lalu memasukkan semua bahan-bahannya. “Hanya seperti ini. Kau tinggal menunggunya mendidih.”
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai teks secawan madu
Baca
+Pustaka
Kubalas Madu Dengan Racun

Kubalas Madu Dengan Racun

" Ayumi merasa tidak enak. Seharusnya Kakak iparnya dipuji Bayu. Karena ulah pelakor itu, Asti menjadi tidak mood. Dirinya tidak bisa membayangkan sang suami mencumbu madunya. "Tumben kamu nggak masak?" tanya Rahayu. "Ada keperluan ke luar, Mi. Jadi aku beli soto saja." Asti menjawab, lalu tangannya gesit menyiapkan piring makan untuk kedua mertuanya. "Wah, soto kesukaan Papi. Tahu aja Asti, Mih," ucap Dani. Tidak lama Mawar dan Bayu datang. Masih saja sang madu mengapit mesra suaminya.
1030.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 834 kali sebagai teks secawan madu
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Karena memprosesnya sama, bukan madu dari hasil peternakan, namun secara alami di hasilkan oleh hutan. Mang Dadang dan Mang Uha, dua orang warga dari Kampung Sepuh yang sering kali mencari madu di hutan. Kedua orang yang hanya lulusan SD ini, tidak bisa mencari banyak pekerjaan, apalagi mereka berdua juga tidak mempunyai lahan berupa sawah dan ladang seperti layaknya para warga yang lain yang berada di Kampung Sepuh.
9.8683.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27.3K kali sebagai teks secawan madu
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Ibu Susu untuk Madu Suamiku

Ibu Susu untuk Madu Suamiku

Bibir Kira kembali merengut. “Aku ingin soto betawi, Mas,” celetuk Kira pada akhirnya. “Aku akan maafin kamu kalau kamu berhasil menemukan soto betawi di Paris.” Mendengar perkataan Kira, sontak Kai terbatuk-batuk. Ia tersedak makanan yang baru saja ditelan. Lantas Kai menatap Kira dengan mata membulat. “Baby, mana ada soto betawi di Paris. Jangan aneh-aneh ah.”
9.350.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai teks secawan madu
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Langit
bagus banget, ngaduk2 emosi tapi kalo dilihat dari ciri khas penulis kayanya mau disakitin model apapun bakalan rujuk sih kyak 4 novel yg terdahulu, terlalu muluk sama ngelunjak ga sih kalo aku minta buat akhir cerita kira sma kai ini sad ending aja ga usah bersama. kira terlalu baik.
lullaby dreamy
demi apa ini nyakitinnya brutal bgt dr cerita² yg prnh kak ocha buat . baru baca sinopsis aja udh kpengen lambaikan tangan kearah kamera . bgtu udh baca ke 10 bab, fix lgsg kibarkan bendera putih..gak kuaatt T.T trlalu nyakitin hati bacanya, lead malenya brengsek luar biasa . nunggu tamat aja sptnya
Baca Semua Ulasan
Madu untuk suamiku

Madu untuk suamiku

“Aku dulu ingin sekali ke sana... bersama Mas Raka.” Maya sempat terdiam sesaat, lalu tersenyum cerah. “Swiss? Wah, sepertinya itu ide yang bagus! Aku dan Mas Raka juga harus ke sana aja deh untuk bulan madu,” katanya riang. Ia lalu menoleh ke arah Ratih yang duduk di sampingnya. “Boleh ya, Bu? Maya janji nanti pulang dari sana, pasti kasih Ibu cucu,” ucapnya manja, sambil tersenyum lembut.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai teks secawan madu
Baca
+Pustaka
Madu Wasiat Adik Iparku

Madu Wasiat Adik Iparku

tegasku. Naura mengiakan dengan anggukan kepala. Lalu setelah itu kami meninggalkan teras rumah. Masuk ke dalam dan tidur sampai siang. Pagi harinya aku berangkat ke toko kueku setelah mengantar Naura ke sekolahnya. Tak kusangka bisa menemukan Andin di sana. Entah dapat dari mana maduku itu alamat toko ini. Mungkin dia mencuri informasi dari mas Rafa yang dulu pernah kuberikan alamat toko.
1025.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 948 kali sebagai teks secawan madu
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Madu Biasa

Aku Bukan Madu Biasa

Pagi yang cerah itu, Alysa duduk di balkon apartemen milik Nuri sembari menyesap secangkir kopi hitam tanpa gula. Alysa tahu jika kopi hitam tanpa gula lebih berkhasiat untuk tubuh dibanding dengan kopi yang pakai gula. Alisa memandangi pemandangan di sekitar apartemen milik Nuri. Tidak disengaja Alisa melihat sosok wanita cantik yang sedang menikmati hangatnya sinar matahari pagi.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai teks secawan madu
Baca
+Pustaka
Iklaskah aku di madu?

Iklaskah aku di madu?

Selama ini hanya Raisa yang selalu menguatkan hatinya Di saat dia sedang terpuruk dan bersedih atas perlakuan Dani yang begitu tega telah memberikan madu untuk dirinya tanpa izin darinya. "Iklaskah aku dimadu? Tidak! Selamanya Aku tidak akan pernah rela dimadu oleh suamiku. Apalagi maduku sejenis Marissa yang tak tahu malu itu!" Monolog Diana ketika dia sudah berada di dalam kamarnya.
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai teks secawan madu
Baca
+Pustaka
Madu Kujadikan Babu

Madu Kujadikan Babu

Ibu kayaknya tidur lagi sehabis Subuh, sementara Mas Iwan bodo amat, aku gak tahu di mana rimbanya sekarang. Sreeng! Sreeng! Sreeng! Wangi aroma masakan menguar ke hidungku. Bau-baunya sih seperti bau ikan goreng dan sambal terasi. Hmm enak kayaknya. Tapi eh, duit dari mana si madu babu bisa beli ikan? Gegas aku bangkit, penasaran ingin melihat masakan apa yang tengah dia masak sekarang. Dan saat sampai dapur, ternyata benar, si madu babu baru selesai goreng ikan dan bikin sambal terasi.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai teks secawan madu
Baca
+Pustaka
Katanya, Aku Pelit

Katanya, Aku Pelit

jawabnya, dengan nada manja. "Adek, mie tiawnya campur apa?" "Nanti aja, Bang. Ke sini dulu, susulin Adek." "Ke tempat tadi?" Kepala yang gatal karena terus-terusan terkena mentari, kugaruk. Keluar kutu, kecoa, lipas, bahkan anak musang. Whaat?! "Bukan! Ke sebelahnya sedikit. Nama tempatnya SED-HOT."
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai teks secawan madu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status