Aku yang tak mengerti cinta
Karena butuh waktu menemukan cara untuk pergi kemana, secara umum bagi banyak orang menilai bahwa aku sedang gila.
Setelah beberapa menit berlalu, sebagai anggapan ini sudah berlalu, aku butuh menjelaskan pada Kribo, supaya tidak terulang lagi seperti saat ibu mendatangi asrama; “Kribo, aku tidak jadi ke rumah, kalau Ibuku datang, bilang ya! Aku sedang di kost Leo. Katakan juga, jangan khawatir!” itu kusampaikan dalam bentuk pesan teks.
“Huh ... lega, aku sudah selesai,” kurogoh isi kantong, “hanya segini, dapat apa ini?” kumasukan kembali ke kantong, uang pecahan lima puluh ribuan berjumlah empat lembar.
Hot Chapters