Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

seru sang Marbot. Sebuah kebaikan berpihak pada sang bunga teratai, di tengah kota Jakarta yang keras Allah mengirimkan orang sebaik pak Ahmad dan keluarga padanya. Setelah subuh, Agista berniat untuk melanjutkan petualangannya untuk mencari sang kekasih. Agista berpamitan dan berterima kasih pada keluarga pak Ahmad. Sebelum pergi Bu Murni memberikan sesuatu pada Agista.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as terpuruk
Read
+Library
SANG KAPTEN

SANG KAPTEN

Doorrr . BERSAMBUNG
1026.9K viewsCompletedAdded to Library 592 Times as terpuruk
Read
+Library
Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Pengamat Takdir: Pemegang Kendali Tersembunyi

Udara di sini berbeda—lebih berat, seperti ada sesuatu yang tak kasatmata mengawasi kami. Di kejauhan, akhirnya kami melihat sesuatu yang menjulang tinggi di antara dua tebing batu. Itu adalah gerbang Sanctum Perennial. Tingginya setidaknya lima puluh meter, terbuat dari batu hitam dengan ukiran kuno yang tampak hidup dalam cahaya rembulan. Setiap simbol tampak seperti berdenyut, memancarkan cahaya redup keperakan.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 63 Times as terpuruk
Read
+Library
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

bisik pria tua itu Tangan pria itu menunjuk ke arah utara, ke sebuah bukit kecil yang menjulang seperti gundukan bumi yang dipenuhi batu. “Bukit Tengkorak dulunya adalah tempat pertapaan, tapi kini hanya dikenal sebagai sarang Bunggul Balung. Puncaknya... di sana mereka membangun benteng dari kayu dan batu. Tak ada yang berani mendekat lebih dari seratus tombak dari bukit itu.” Dewa Maut mengangguk. Dia meminum kopinya hingga tandas. Rasa pahit kopi itu kini terasa manis di lidahnya, karena dia telah menemukan tujuannya.
102.7K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as terpuruk
Read
+Library
Utari

Utari

tanya Edo sambil mengeluarkan permen kapas dari tasnya. "Apa itu tuan?" tanya Utari. "Ini namanya permen kapas, rasanya manis.." jawab Edo."Ambillah, aku sengaja belikan ini buat kamu.." jelas Edo. "Untuk aku tuan?" tanya Utari menegaskan. "Iya buat kamu..ambil..." ucap Edo sambil mengepalkan batang permen kapas itu pada Utari."Apa kau belum pernah beli permen kapas?" tanya Edo penasaran.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as terpuruk
Read
+Library
TERPERANGKAP OLEHMU

TERPERANGKAP OLEHMU

Begitu membuka pintu ruangan lembab itu, bau seperti buah persik yang ranum seketika menyapa hidung. Di dekat westafel, ada bak mandi besar dengan taburan bunga mawar di permukaan air yang beruap. Alea yang memang sudah begitu ingin mandi segera naik ke sana dan berbaring setengah duduk.
676 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as terpuruk
Read
+Library
BUKIT TENGKORAK

BUKIT TENGKORAK

Lagi, demi menjaga sandiwaranya gadis itu menerimanya dengan senyum sepahit empedu. Cempaka mengecap rasa potato bakar yang ditaburi merica. Ia mengangguk dan sesaat tersenyum karena rasa yang gurih dari umbi berwarna kuning itu. Tanaman yang tak pernah ia temui di kampung halamannya.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as terpuruk
Read
+Library
The Undying Tales of AGORA BEAK

The Undying Tales of AGORA BEAK

Ucap Gina dengan senyum dan tatapan lurus ke arah jimi yang seolah menyihir dirinya untuk terpaku diam. --- Glosarium; [1] Terak; adalah ampas berupa batu yang terlepas dari bijih baku logam saat logam yang diinginkan sudah terlepas. [2] Homo Ludens; adalah konsep yang memahami manusia merupakan seorang pemain yang andil dalam memainkan permainan
104.2K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as terpuruk
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status