Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

lirih Nazwa. “Jadi … Kamu memilih Kafka?”
6.3K viewsOngoingAdded to Library 226 Times as the selection
Read
+Library
Choose Me!!

Choose Me!!

Sial! "Ini semua gara-gara mama." Aksa menggeram dan mulai menyalahkan pilihan mamanya. Dari sekian banyak gadis di muka bumi ini, kenapa mamanya tidak memilih gadis anggun dan pendiam untuk dijodohkan dengannya? Kenapa mamanya harus memilih gadis yang tak ubahnya seperti kelinci lepas kandang?
85.6K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as the selection
Read
+Library
Pick You!

Pick You!

Anak laki-laki itu menggeleng. "Jadi disini siapa yang bisa membuat contoh dari ekosistem? Tak perlu ditulis, katakan saja" Ada 4 anak yang mengangkat tangannya, dua diantaranya aku tahu namanya. Nanda si jenius dan Rizki si kulit putih. "Kakak pilih satu, kamu Rizki" Lalu anak yang lain menurunkan tangannya. "HARIMAU DI HUTAN!" Ucapnya dengan lantang dan semangat.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 206 Times as the selection
Read
+Library
Istri yang Terpilih

Istri yang Terpilih

“Sebagai anggota keluarga yang diangkat cuma-cuma, itu salahsatu pencapaian terbesar yang paling mustahil untuk dilakukan, tapi kamu bisa meraihnya dan membuktikannya. Meskipun keberhasilanmu buah dari kaburnya Kak Ayuna dan kamu mengambil peran pengganti untuk itu.” Yale mendekat, dengan langkah lebar pada sepatu pantofelnya, dan berhenti di sisi Lily. Kepalanya tercondong dan berbisik ke sebelah telinga Lily, dengan kedua tangan yang menyelip ke saku celana. “Jangan remehkan, Aland Asrazaq, Nona Lily Adhistira. Dia tidak akan luluh pada bentukan wanita manapun. Bahkan, sekarang kamu tengah mengambil peran yang berbahaya … hal yang sama terjadi seperti Tuan Kazier sebelumnya. Sembilan tunan
109.4K viewsOngoingAdded to Library 309 Times as the selection
Read
+Library
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

Di dalamnya ada kumpulan alat kuno, dan masing-masing ternoda darah lama. "Tang ini ... untuk kuku," kataku sambil mengangkat alat berkarat. "Yang ini ... membuat seseorang kehabisan darah dengan perlahan." "Dan yang ini ...." Aku mengangkat batang besi berduri. "Bisa merobek tubuhmu dari dalam." Tubuh Selena gemetar tak terkendali. "Pilih satu," kataku datar. "Atau katakan yang sebenarnya."
25.2K viewsCompletedAdded to Library 605 Times as the selection
Read
+Library
Love by Choice

Love by Choice

Dia segera mengambil pembalut yang biasa digunakan, lalu menuju ke tempat es krim. Gia bingung harus mengambil es krim yang mana. Dia belum tau Gavin suka rasa apa. Akhirnya, setelah berpikir lumayan lama, Gia memutuskan mengambil lima es krim dengan berbagai varian rasa. Gia pikir biarkan Gavin sendiri nanti yang memilih.
108.5K viewsCompletedAdded to Library 238 Times as the selection
Read
+Library
Selìni

Selìni

Sambil menghitung cepat dalam hati ia semakin memantapkan posisi dan arah bidikan. SET! Tarikannya dilepas. Biarkan anak panah itu melesat bak kijang berlari– mengenai sasaran di bawah aliran sungai bening Ada suara kecil deburan air. "DAPAT!" Eleanor menoleh ke atas tempat Calum berjongkok, tersenyum penuh kemenangan, kemudian melangkah hendak memasuki kolam sambil berujar, "Kau lihat itu, tuan sombong?"
906 viewsOngoingAdded to Library 35 Times as the selection
Read
+Library
Bukan cinta pilihan

Bukan cinta pilihan

Justru percakapan inilah yang menjadi nadi dari rencana besar yang diam-diam telah dirajut sejak lama. “Aku tahu ini terdengar kuno,” ujar Pak Hadi perlahan, menatap Bram dan Rika, sahabat lamanya yang kini menjadi bagian dari keputusan penting dalam hidup anak-anak mereka. “Tapi aku percaya, jodoh yang baik itu bukan sekadar soal jatuh cinta. Tapi soal siapa yang bisa bertahan bersama, siapa yang bisa saling mengimbangi dalam diam dan gaduh.”
603 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as the selection
Read
+Library
Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Ia tahu, siapa pun yang tak ia pilih malam ini… mungkin akan hilang dari hidupnya selamanya. Arlan menggenggam lebih erat, lalu menutup mata. Dan dengan suara bergetar, ia berkata dalam hati: “Ya Allah… maafkan aku. Aku hanya bisa memilih satu.” Tapi langkah kakinya—masih belum diketahui, ke arah siapa ia bergerak.
1.7K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as the selection
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status